Bupati Samaun Turun ke Sumber Air, Krisis Air Bersih Fakfak Dijawab dengan Gotong Royong dan Layanan Air Gratis

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 05 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Bupati Samaun Turun ke Sumber Air, Krisis Air Bersih Fakfak Dijawab dengan Gotong Royong dan Layanan Air Gratis

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Di tengah meningkatnya keluhan masyarakat akibat berkurangnya distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Fakfak, Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP bersama Wakil Bupati Drs. Donatus Nimbitkendik, M.TP dan Forkopimda serta OPD teknis memilih turun langsung ke lapangan. Tidak berhenti pada rapat koordinasi, orang nomor satu di Kabupaten Fakfak itu memimpin peninjauan ke sumber Air Besar dan air Kali Mati di Jalan Fakfak-Kokas, Rabu (5/8), untuk memastikan penyebab persoalan sekaligus menentukan langkah penanganan yang dapat segera dilaksanakan.

Hasil peninjauan memperlihatkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada hilangnya sumber air, melainkan pada menurunnya efektivitas tangkapan air yang mengalir ke jaringan perpipaan. Debit air di kawasan tangkapan mengalami penurunan sehingga volume air yang masuk ke pipa distribusi tidak lagi optimal.

"Airnya sebenarnya masih ada. Yang menjadi persoalan adalah tangkapan air yang masuk ke dalam pipa sudah tidak maksimal. Karena itu, solusi yang kami sepakati adalah membangun kembali tangkapan air dalam bentuk kolam agar aliran dapat terkumpul dan masuk ke jaringan perpipaan secara lebih baik," ujar Bupati Samaun Dahlan saat meninjau lokasi.

Keputusan tersebut lahir setelah pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi bersama berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah kemudian menetapkan langkah darurat yang akan mulai dilaksanakan sejak Kamis, yakni pembangunan tangkapan air baru melalui kerja bakti bersama yang melibatkan pemerintah daerah, unsur TNI, Polri, serta masyarakat.

Menurut Samaun, pendekatan gotong royong dipilih agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin tanpa harus menunggu proses yang panjang. Ia meyakini, apabila tangkapan air baru selesai dibangun, distribusi air menuju jaringan perpipaan akan kembali normal.

"Kalau tangkapan airnya sudah diperbaiki, maka alirannya akan jauh lebih baik. Ini yang sedang kita kerjakan bersama," katanya.

Selain meninjau kawasan Air Besar, Bupati juga memeriksa kondisi sumber air Kali Mati. Dari hasil pengecekan di lapangan, pemerintah menemukan bahwa debit air di lokasi tersebut masih relatif tinggi dan mengalir dengan baik.

Temuan itu memperkuat dugaan bahwa persoalan pelayanan air bersih di sebagian wilayah bukan semata-mata disebabkan oleh berkurangnya sumber air, melainkan juga dipengaruhi oleh aspek pengelolaan dan distribusi yang perlu segera dibenahi.

Sebagai langkah cepat untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Fakfak juga mengaktifkan layanan distribusi air bersih secara gratis. Program ini dikoordinasikan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polri, TNI, dan PDAM, serta sejumlah perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Mobil-mobil tangki air akan disebar secara bergiliran ke berbagai distrik sesuai jadwal yang telah disusun. Setiap hari, pelayanan akan difokuskan pada titik-titik yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih sebelum berpindah ke wilayah lain, sehingga bantuan dapat menjangkau masyarakat secara merata.

"Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih selama proses perbaikan berlangsung. Karena itu, pelayanan air gratis akan terus bergerak dari satu distrik ke distrik lainnya sesuai kebutuhan di lapangan," jelas Samaun.

Langkah yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Fakfak menunjukkan bahwa penanganan krisis air bersih tidak hanya dilakukan melalui kebijakan administratif, tetapi juga melalui tindakan langsung di lapangan. Evaluasi teknis terhadap sumber air, pembangunan infrastruktur tangkapan, pelibatan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat, hingga penyediaan layanan air gratis menjadi rangkaian solusi yang dijalankan secara bersamaan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Fakfak, penyediaan air bersih merupakan pelayanan dasar yang tidak boleh terhenti. Karena itu, percepatan penanganan menjadi prioritas agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus memperkuat sistem penyediaan air bersih yang lebih andal dan berkelanjutan di masa mendatang.

 

Writter & Editor : Den