Patah Kemudi di Perairan Aru, Kapal Nelayan Terombang-ambing Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 27 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Patah Kemudi di Perairan Aru, Kapal Nelayan Terombang-ambing Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Sebuah kapal nelayan dengan lima orang awak di dalamnya berhasil diselamatkan dan dievakuasi Tim SAR Gabungan, Rabu (27/5/2026). Kapal tersebut sebelumnya mengalami kerusakan serius pada as kemudi, hingga akhirnya terombang-ambing tak berdaya di sekitar Perairan Pulau Wasir, Kepulauan Aru.

Berdasarkan informasi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, laporan bahaya diterima sekitar pukul 11.03 WIT dari pelapor bernama Arul, yang meminta bantuan pencarian dan pertolongan. Berdasarkan keterangan awak kapal, kerusakan sudah terjadi sejak pukul 06.41 WIT pagi hari, membuat kapal tak bisa dikendalikan dan terbawa arus di tengah laut.

Segera setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan dari Unit Siaga SAR Dobo bergerak cepat menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju titik koordinat kejadian di 5°34'7.77"S - 134°16'5.18"E. Meskipun kondisi cuaca cukup menantang dengan hujan ringan, angin kencang berkecepatan 28 knot, serta tinggi gelombang mencapai 2,5 meter, tim pencarian tetap menyisir lokasi hingga akhirnya menemukan posisi kapal nelayan tersebut sekitar pukul 14.05 WIT.

"Kami segera bergerak setelah menerima laporan kondisi yang membahayakan nyawa manusia. Kapal mengalami patah as kemudi sehingga tidak bisa dikendalikan. Berkat kerja cepat tim, kelima awak kapal berhasil kami temukan dan angkut ke atas kapal penyelamat dalam keadaan selamat," ungkap Koordinator Unit Siaga SAR Dobo.

Seluruh awak kapal yang berjumlah lima orang kemudian dibawa kembali ke Kota Dobo untuk selanjutnya diserahkan kembali kepada keluarga masing-masing. Berikut identitas mereka:

1. Vincent Benamem (35)

2. Natal Rumahuru (32)

3. Belsai Laelaem (22)

4. Dani Banamem (22)

5. Ceker Banamem (19)

Operasi penyelamatan ini melibatkan unsur gabungan dari Basarnas USS Dobo, Polairud Polres Aru, Lanal Aru, serta BPBD Kepulauan Aru. Selain kapal karet kaku (RIB), tim juga menyiapkan kendaraan penolong darat (Rescue Car) untuk mendukung proses evakuasi di darat.

Setelah seluruh awak kapal dinyatakan aman dan telah dikembalikan ke keluarga, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan tugas masing-masing.

(M.N)