TPNPB Klaim Tembak Pilot Asal AS dan Bakar Pesawat di Yahukimo, Desak PBB Buka Perundingan Konflik Papua

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 02 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

TPNPB Klaim Tembak Pilot Asal AS dan Bakar Pesawat di Yahukimo, Desak PBB Buka Perundingan Konflik Papua

TPNPB Klaim Tembak Pilot Asal AS dan Bakar Pesawat di Yahukimo, Desak PBB Buka Perundingan Konflik Papua

Yahukimo Kabarsulselindonesia.web.id – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, mengklaim bertanggung jawab atas penembakan seorang pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat yang disebut bernama Nichloas F. Goselin, serta pembakaran satu unit pesawat milik PT AMA di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua, Kamis (2/7/2026).

Klaim tersebut disampaikan dalam Siaran Pers Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB tertanggal 2 Juli 2026. Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari aparat keamanan maupun otoritas pemerintah mengenai kebenaran seluruh klaim tersebut.

Dalam pernyataannya, TPNPB menyebut tindakan itu dilakukan karena pesawat tersebut diduga melanggar ultimatum yang sebelumnya mereka keluarkan terkait larangan aktivitas penerbangan di wilayah yang mereka sebut sebagai daerah operasi.

TPNPB juga menuduh pesawat-pesawat sipil digunakan untuk mengangkut personel dan logistik militer Indonesia ke wilayah pedalaman Papua. Atas dasar tuduhan itu, kelompok tersebut menyatakan akan terus menargetkan penerbangan yang mereka anggap mendukung operasi militer apabila konflik Papua tidak diselesaikan melalui jalur politik.

Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, yang dalam siaran pers disebut Brigjen Elkius Kobak, mengklaim penembakan terhadap pilot dilakukan atas perintah komando karena pesawat tersebut memasuki wilayah yang mereka nyatakan sebagai zona operasi.

Lebih jauh, TPNPB menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto membuka ruang perundingan internasional untuk membahas akar konflik Papua yang menurut mereka telah berlangsung selama puluhan tahun. Mereka juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memfasilitasi dialog antara Pemerintah Indonesia, TPNPB, dan perwakilan masyarakat Papua.

Dalam pernyataan yang sama, TPNPB kembali mengeluarkan ancaman akan melakukan penyerangan terhadap pesawat sipil yang mereka tuding membantu operasi militer di Papua apabila aktivitas tersebut terus berlangsung.

Siaran pers itu juga memuat imbauan kepada aparat keamanan agar tidak melakukan operasi terhadap warga sipil, sembari mengklaim pasukan mereka telah bergerak menuju wilayah Dekai.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari TNI, Polri, pemerintah daerah, maupun otoritas penerbangan terkait klaim penembakan, identitas korban, serta pembakaran pesawat sebagaimana disampaikan TPNPB.

Editor : Bruce Elang