ALUMNI AAL 1992 BERGERAK! YAYASAN PERSADA MORO TIGA DELAPAN BENAHI SANITASI SEKOLAH, KESEHATAN SISWA JADI PRIORITAS

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 13 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

ALUMNI AAL 1992 BERGERAK! YAYASAN PERSADA MORO TIGA DELAPAN BENAHI SANITASI SEKOLAH, KESEHATAN SISWA JADI PRIORITAS

Jakarta Kabarsulselindonesia.web.id — Sanitasi sekolah bukan fasilitas pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar yang menentukan kesehatan, kenyamanan, dan martabat peserta didik. Menjawab kebutuhan tersebut, Yayasan Persada Moro Tiga Delapan yang dibentuk alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-38 tahun 1992 menggagas **Gerakan Toilet Sekolah Bersih** melalui pembangunan dan renovasi toilet di sejumlah sekolah di Indonesia.13/10/26

Program ini telah menjangkau sejumlah sekolah, antara lain di Tasikmalaya, Majalengka, Jakarta, Medan, Belawan, Makassar, Surabaya, dan Pontianak. Renovasi juga tengah berlangsung di beberapa wilayah lainnya, termasuk Salatiga dan Kupang.

Ketua Pembina Yayasan Persada Moro Tiga Delapan, Laksamana Madya TNI Ahmad Wibisono, S.E., CHRMP., yang menjabat Inspektur Jenderal TNI Angkatan Laut (Irjenal), menegaskan bahwa pembiasaan hidup bersih harus dimulai sejak usia dini.

Menurutnya, penyediaan sanitasi yang layak merupakan bentuk kepedulian terhadap pendidikan sekaligus investasi bagi pembentukan karakter generasi muda.

Sementara itu, Ketua Yayasan Persada Moro Tiga Delapan, Laksamana Pertama TNI (Purn.) Priyo Budi Leksono, S.E., M.M., menyampaikan bahwa program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari bantuan material bangunan dan perlengkapan sanitasi hingga bentuk kolaborasi lain sesuai kebutuhan sekolah.

Bukan Sekadar Renovasi, Harus Ada Jaminan Keberlanjutan

Gerakan ini membawa pesan penting: **toilet yang baru direnovasi tidak otomatis menjamin sekolah menjadi sehat.** Ketersediaan air bersih, saluran pembuangan yang berfungsi, kebersihan rutin, keamanan, privasi, dan akses bagi siswa penyandang disabilitas harus menjadi perhatian utama.

Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023 mengatur standar sarana dan prasarana pendidikan, termasuk persyaratan fungsi, kebersihan, keamanan, aksesibilitas, serta kesesuaian toilet dengan kebutuhan warga sekolah.

Karena itu, keberhasilan program tidak boleh hanya diukur dari jumlah toilet yang dibangun atau diperbaiki. Pemeliharaan berkelanjutan dan perubahan perilaku hidup bersih harus menjadi bagian dari tanggung jawab bersama antara yayasan, sekolah, pemerintah, orang tua, dan masyarakat.

Deklarasi Dijadwalkan 17 Oktober 2026

Yayasan Persada Moro Tiga Delapan merencanakan deklarasi Gerakan Toilet Sekolah Bersih pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di SD Hangtuah 4 Cipulir, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut direncanakan bersamaan dengan penyerahan penggunaan fasilitas toilet kepada sekolah penerima manfaat.

Momentum ini diharapkan memperluas dukungan masyarakat sekaligus mendorong lebih banyak pihak terlibat dalam pemenuhan sanitasi sekolah yang layak.

**Tagline “Toilet Bersih, Sekolah Sehat, Anak Indonesia Cerdas” harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan berhenti sebagai slogan.** Fasilitas harus berfungsi, kebersihan harus terjaga, dan kesehatan siswa harus menjadi prioritas.

Gerakan yang diprakarsai alumni AAL 1992 ini menjadi salah satu bentuk kontribusi sosial di bidang pendidikan. Tantangan berikutnya adalah memastikan manfaatnya bertahan lama dan menjangkau sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan.

Sebab, masa depan anak bangsa bukan hanya ditentukan oleh apa yang mereka pelajari di ruang kelas, tetapi juga oleh lingkungan yang melindungi kesehatan, keselamatan, dan martabat mereka.

*Editor: Bruce Elang*