Lewat Dialog "Bacarita", Kapolresta Ambon Ajak Semua Pihak Duduk Bersama, Jaga Ambon Tetap Aman, Damai dan Sejahtera

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 11 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Lewat Dialog

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban bukan semata-mata urusan kepolisian, melainkan kebutuhan sekaligus tanggung jawab seluruh warga masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan Dialog Kebangsaan "Bacarita Kota Ambon,  For Ambon Pung Bae", yang digelar Polresta Pulau Ambon bekerja sama dengan PP Lease di Hotel Santika Ambon, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Ketua DPRD Kota Ambon Maurits Tamaela, Kasdim 1504 Ambon, perwakilan Kejaksaan Negeri Ambon, Ketua TP-PKK Kota Ambon, Ketua Cabang Bhayangkari Polresta Ambon, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, Ketua LSM, Ketua BEM, jajaran pejabat Polresta Ambon, pengurus Bhayangkari, para Raja se-Kota Ambon, para Lurah, serta tokoh masyarakat.

Makna "Bacarita": Duduk Bersama, Bicara Bersama

Dalam sambutannya, Kapolresta menjelaskan tema kegiatan ini sederhana namun bermakna mendalam: "Bacarita untuk Ambon"  artinya, kita duduk bersama, berbicara bersama, saling mendengar, dan mencari jalan keluar bersama demi satu tujuan: mewujudkan Ambon yang Aman, Damai, Maju, dan Sejahtera.

"Pembangunan tidak akan berjalan baik tanpa keamanan. Ekonomi tidak dapat tumbuh maksimal jika masyarakat merasa tidak aman. Begitu pula pendidikan, pariwisata, dan seluruh aktivitas sosial masyarakat membutuhkan suasana yang aman dan kondusif. Oleh karena itu, keamanan dan ketertiban masyarakat adalah salah satu pondasi utama pembangunan Kota Ambon," tegas Kombes Andrias.

Hidupkan Semangat "Potong di Kuku, Rasa di Daging"

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Ambon memiliki modal sosial yang luar biasa kuat budaya pelagandong, semangat hidup orang basudara, serta nilai toleransi yang diwariskan leluhur. Falsafah "Potong di kuku, rasa di daging" mengandung makna: ketika satu saudara kesulitan, saudara lain pun ikut merasakan.

"Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan justru menjadi kekuatan untuk saling menjaga. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita hidupkan, terutama kepada generasi muda," ujarnya.

Ajak Generasi Muda Menjadi Bagian Solusi, Bukan Sumber Masalah

Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial, Kapolresta mengingatkan bahwa tantangan menjaga keamanan dan ketertiban kian kompleks. "Persoalan kecil bisa membesar jika disertai provokasi, berita bohong, ujaran kebencian, dan informasi yang belum jelas kebenarannya."

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya pemuda, untuk menjadi bagian dari solusi

-Jangan mudah terprovokasi

-Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya

-Jangan biarkan persoalan pribadi berkembang menjadi persoalan kelompok

-Jika ada masalah, selesaikan lewat jalur komunikasi — melalui pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat yang siap menjadi penengah

"Pesan saya kepada generasi muda: masa depan Ambon ada di tangan kalian. Gunakan energi, kreativitas, dan kemampuan untuk hal-hal positif. Isi ruang digital dengan pesan perdamaian, toleransi, dan prestasi. Jangan sampai masa depan kita dikorbankan hanya karena emosi sesaat, akibat perkelahian, miras, narkoba, atau tindakan yang melanggar hukum," pesannya.

Polisi Hadir, Namun Semua Harus Ikut Menjaga

Kombes Andrias menegaskan, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease akan terus hadir di tengah masyarakat melalui langkah-langkah pencegahan, pembinaan, maupun penegakan hukum. Namun yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran bersama, agar setiap warga menjadi penjaga keamanan di lingkungannya masing-masing.

"Melalui forum Bacarita ini, mari kita jadikan dialog bukan sekadar tempat menyampaikan pendapat, melainkan ruang untuk mendengar, memahami, dan menemukan solusi bersama. Beda pikiran itu wajar, beda pilihan pun wajar, namun kita tetap satu sebagai orang basudara dan warga Kota Ambon."

"Jaga Ambon, jaga persaudaraan, jaga toleransi, jaga anak-anak muda kita, dan jaga kedamaian Kota Ambon. Karena jika Ambon aman, masyarakat pun nyaman. Jika masyarakat rukun, pembangunan akan berjalan. Dan jika semua unsur bergerak bersama, maka cita-cita mewujudkan Ambon yang baik pasti dapat kita wujudkan bersama," pungkasnya.

Ambon Manise, Ambon Rumah Kita Bersama, Mari Kita Jaga Sama-sama.

(M.N)