Triwulan I 2026: Neraca Pembayaran Indonesia Tetap Kokoh, Cadangan Devisa Capai 148,2 Miliar Dolar AS

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 29 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Triwulan I 2026: Neraca Pembayaran Indonesia Tetap Kokoh, Cadangan Devisa Capai 148,2 Miliar Dolar AS

Kabarsulsel-Indonesia.web.id. JAKARTA Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi, kinerja ekonomi eksternal Indonesia pada Triwulan I 2026 tetap terjaga dengan baik. Hal ini ditegaskan oleh Bank Indonesia (BI) dalam laporan resminya yang diunggah di akun Instagram @bank_indonesia, Kamis (28/5/2026).

Data menunjukkan posisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal pertama tercatat defisit sebesar 9,1 miliar dolar AS. Kendati demikian, fundamental ekonomi nasional tetap kuat dan aman, ditopang oleh posisi cadangan devisa yang berada di level sangat nyaman. Per akhir Maret 2026, jumlah cadangan devisa Indonesia tercatat mencapai 148,2 miliar dolar AS.

Angka tersebut dinilai jauh melampaui standar keamanan internasional. Nilainya setara untuk membiayai 5,8 bulan kebutuhan impor barang dan jasa, serta menutupi pembayaran utang luar negeri pemerintah. Jumlah ini lebih dari cukup dan jauh melampaui ambang batas kecukupan standar dunia yang hanya mensyaratkan minimal pembiayaan 3 bulan impor.

Kekuatan cadangan devisa ini berfungsi sebagai penyangga utama sekaligus benteng stabilitas sistem keuangan nasional menghadapi gejolak pasar global. Bank Indonesia memproyeksikan kinerja NPI sepanjang tahun 2026 akan tetap terjaga dalam kondisi baik dan terkendali.

Optimisme ini didasari perkiraan defisit transaksi berjalan yang diprediksi tetap rendah, berada di kisaran 0,5 persen hingga 1,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka rendah ini menjadi indikator kuat bahwa keseimbangan ekonomi luar negeri Indonesia tetap sehat, serta membuktikan ketahanan ekonomi nasional mampu bertahan menghadapi berbagai risiko eksternal yang berpotensi muncul di masa depan.

(M.N)