Bukan Sekedar Layang-Layang, Jepara Kite Festival 2026 Bidik Parawisata dan Pelestarian Budaya

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 24 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Bukan Sekedar Layang-Layang, Jepara Kite Festival 2026 Bidik Parawisata dan Pelestarian Budaya

Bukan Sekedar Layang-Layang, Jepara Kite Festival 2026 Bidik Parawisata dan Pelestarian Budaya

JEPARA, Kabarsulselindonesia.web.id  — Semangat melestarikan budaya dan mengembangkan pariwisata daerah akan menjadi warna utama Jepara Kite Festival 2026. Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (Pelangi) Kabupaten Jepara bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara akan menggelar festival layang-layang pada 3–4 Oktober 2026 di Pantai Bandengan, Kabupaten Jepara.

Sebelum memasuki agenda utama festival, rangkaian kegiatan akan diawali melalui Open Ceremony Jepara Kite Festival 2026 yang dikemas dalam konser musik gratis di Street Music Alun-Alun 1 Jepara, Jumat (25/9/2026).

Konser tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran single “Layang-Layang” dari Lalinan Band. Lagu yang diciptakan oleh Didin Ardiansyah itu ditetapkan sebagai jingle resmi Jepara Kite Festival 2026.

Penyelenggara Jepara Kite Festival 2026, Swastika Tenny Ria, mengatakan konser musik tersebut bukan semata-mata hiburan, melainkan bentuk apresiasi kepada para seniman, musisi, komunitas, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam mengembangkan budaya layang-layang di Jepara.

 “Lagu ini merupakan jingle resmi dari festival kali ini, yang diciptakan oleh Didin Ardiansyah,” ujar Tenny.»

Selain peluncuran lagu, panitia juga akan memperkenalkan logo resmi Jepara Kite Festival 2026 yang merupakan karya seniman dan penyanyi Ompong RastaSky.

Tenny menilai kolaborasi antara seni musik dan tradisi layang-layang dapat menjadi ruang kreatif bagi masyarakat sekaligus memperkuat promosi budaya lokal.

 “Konser musik gratis ini sebagai ajang apresiasi terhadap teman-teman yang telah berpartisipasi dan mendedikasikan karyanya terhadap dunia layang-layang Jepara,” katanya.»

Musisi Lokal Turut Meriahkan Konser

Konser musik gratis tersebut akan menghadirkan sejumlah grup musik dan musisi lokal, di antaranya Rabvibes Band, Lalinan Band, Nois Band, Irul Kardasih, dan Ompong RastaSky.

Kehadiran para musisi tersebut diharapkan semakin memperkuat suasana pembukaan Jepara Kite Festival 2026 sekaligus memberikan ruang bagi pelaku seni daerah untuk tampil di hadapan masyarakat.

 “Konser musik gratis menghadirkan banyak band-band lokal dan vokalis kawakan Ompong RastaSky, ada Irul Kardasih,” ungkap Tenny saat dikonfirmasi awak media, Rabu (23/9/2026).»

Sementara itu, Didin Ardiansyah dari Rasjawawi Production, selaku penanggung jawab konser sekaligus pencipta lagu “Layang-Layang”, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan pertunjukan musik yang dapat menjadi pengalaman berkesan bagi masyarakat.

Menurutnya, musik dan layang-layang memiliki ruang yang sama sebagai bagian dari ekspresi budaya dan kreativitas masyarakat.

 “Musik dan layangan merupakan perpaduan budaya dan tradisi yang harus terus kita lestarikan,” ujar Didin.»

Dorong Pelestarian Budaya dan Pariwisata Jepara

Jepara Kite Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga mampu menjadi ruang promosi kebudayaan sekaligus menggerakkan sektor pariwisata daerah.

Festival ini mempertemukan unsur komunitas pelayang, seniman, musisi, masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan dalam satu rangkaian kegiatan.

Pemilihan Pantai Bandengan sebagai lokasi utama festival juga menjadi bagian dari upaya menggabungkan kekayaan budaya dengan potensi wisata pesisir Kabupaten Jepara.

Secara regulatif, kegiatan pemajuan kebudayaan memiliki landasan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang mengatur upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

Sementara pengembangan sektor pariwisata mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, yang antara lain menempatkan kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dalam pembangunan kepariwisataan.

Dengan adanya festival tersebut, tradisi layang-layang diharapkan semakin dikenal oleh generasi muda dan dapat dikembangkan menjadi bagian dari daya tarik wisata budaya Kabupaten Jepara.

Masyarakat Diajak Hadiri Open Ceremony

Open Ceremony Jepara Kite Festival 2026 dijadwalkan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara, Edy Marwoto.

Panitia mengajak masyarakat Jepara dan daerah sekitarnya untuk hadir dan meramaikan konser musik gratis tersebut.

  “Jangan lupa masyarakat Jepara dan sekitarnya, yuk datang dan meriahkan,” pungkas Didin Ardiansyah.»

Setelah rangkaian pembukaan tersebut, agenda utama Jepara Kite Festival 2026 akan berlangsung pada 3–4 Oktober 2026 di Pantai Bandengan.

Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk mengangkat kembali layang-layang sebagai bagian dari tradisi dan ekspresi budaya masyarakat, sekaligus memperkuat promosi pariwisata Kabupaten Jepara.

Penulis: Hani K

Editor: Bruce Elang