Jangan Wariskan Sampah Plastik, Wariskan Kebun yang Bersih dan Lestari: Dari Sebuah Keranjang Sampah, Dinas Perkebunan Fakfak Memulai Gerakan Perubahan

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 07 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Jangan Wariskan Sampah Plastik, Wariskan Kebun yang Bersih dan Lestari: Dari Sebuah Keranjang Sampah, Dinas Perkebunan Fakfak Memulai Gerakan Perubahan

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Perubahan besar tidak selalu lahir dari proyek bernilai miliaran rupiah. Di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, perubahan itu justru dimulai dari sebuah keranjang sampah.

Di sudut halte kendaraan lingkungan Kantor Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, sebuah keranjang sampah sederhana berdiri dengan pesan yang mencuri perhatian siapa pun yang melintas:

"Jangan Wariskan Sampah Plastik, Wariskan Kebun yang Bersih dan Lestari."

Kalimat singkat itu bukan sekadar slogan. Ia menjadi simbol lahirnya gerakan lingkungan "Fakfak Bersih Kotaku", sebuah kampanye yang digagas Dinas Perkebunan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Fakfak melalui program Fakfak Membara (Membangun Bersama Rakyat).

Gerakan tersebut membawa pesan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari jalan yang dibangun atau gedung yang berdiri, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat menjaga lingkungan sebagai warisan bagi generasi berikutnya.

Bagi Dinas Perkebunan, kebun bukan sekadar tempat menghasilkan pala, kelapa, kakao, atau komoditas perkebunan lainnya. Kebun adalah ruang kehidupan yang harus tetap hijau, bersih, produktif, dan lestari.

Karena itu, perang melawan sampah plastik menjadi bagian penting dari pembangunan sektor perkebunan berkelanjutan.

Momentum peluncuran gerakan ini bertepatan dengan Hari Alergi Sedunia, 8 Juli, sebagai pengingat bahwa lingkungan yang bersih juga berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.

Sampah plastik yang berserakan tidak hanya merusak pemandangan. Dalam kondisi tertentu, tumpukan sampah dapat menjadi tempat berkumpulnya debu, jamur, serta berbagai alergen yang berpotensi memicu gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak maupun masyarakat yang memiliki riwayat alergi.

Karena itu, Dinas Perkebunan mengajak masyarakat memulai perubahan melalui langkah paling sederhana: mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan.

Lebih dari sekadar tempat pembuangan, keranjang sampah tersebut dirancang sebagai media edukasi publik. Setiap orang yang melihatnya diajak merenungkan satu pertanyaan sederhana: warisan seperti apa yang akan ditinggalkan untuk anak cucu?

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa yang semestinya diwariskan bukanlah pencemaran lingkungan, melainkan kebun yang bersih, tanah yang subur, air yang tetap jernih, dan alam yang mampu terus menopang kehidupan masyarakat.

Ancaman sampah plastik terhadap sektor perkebunan bukan persoalan kecil.

Limbah plastik membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk terurai. Sampah yang dibuang sembarangan dapat menyumbat saluran air, mencemari sungai dan laut, mengurangi kesuburan tanah, mengganggu pertumbuhan tanaman, hingga merusak keseimbangan ekosistem perkebunan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Fakfak.

Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya soal estetika, tetapi juga investasi jangka panjang bagi produktivitas pertanian, kualitas hasil panen, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT, mengatakan gerakan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya sampah plastik yang ditemukan di sepanjang jalan, halte, kawasan perkebunan, maupun fasilitas umum.

"Kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari tindakan sederhana, yaitu membuang sampah pada tempatnya. Karena itu kami berinisiatif membuat dan memasang keranjang sampah plastik di dekat halte kendaraan lingkungan kantor agar masyarakat memiliki tempat yang mudah dijangkau untuk membuang sampah. Langkah kecil ini kami harapkan mampu mengurangi sampah plastik yang berserakan di ruang publik maupun masuk ke kawasan perkebunan," ujarnya.

Menurut Widhi, pesan "Jangan Wariskan Sampah Plastik, Wariskan Kebun yang Bersih dan Lestari" merupakan ajakan moral agar masyarakat tidak meninggalkan persoalan lingkungan kepada generasi mendatang.

"Kita tidak boleh mewariskan persoalan lingkungan kepada generasi. Yang harus kita tinggalkan adalah kebun yang bersih, tanah yang subur, air yang jernih, dan lingkungan yang sehat sehingga dapat terus memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat Fakfak," katanya.

Ia berharap inovasi sederhana berupa keranjang sampah tersebut dapat direplikasi oleh seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, sekolah, kampung, rumah ibadah, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat.

Semakin banyak tempat sampah tersedia di ruang publik, semakin besar peluang tumbuhnya budaya disiplin membuang sampah pada tempatnya.

Menurutnya, keranjang sampah itu diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas kebersihan semata, melainkan berkembang menjadi simbol gerakan kolektif menjaga lingkungan di seluruh wilayah Kabupaten Fakfak.

Tak hanya itu, Dinas Perkebunan juga menyiapkan langkah lanjutan melalui pengembangan Bank Sampah Plastik.

Sampah plastik yang terkumpul nantinya akan dipilah dan didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai beban lingkungan, melainkan sumber daya yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Sampah plastik yang dikumpulkan jangan berhenti sebagai limbah. Kita ingin mendorong terbentuknya Bank Sampah sehingga plastik dapat dipilah, didaur ulang, bahkan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian kita membangun budaya ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Widhi.

Di sisi lain, gerakan Fakfak Bersih Kotaku juga diharapkan memperkuat citra Kabupaten Fakfak sebagai daerah yang bersih, hijau, sehat, dan ramah investasi.

Lingkungan yang terawat diyakini akan memberikan dampak positif terhadap sektor perkebunan, pariwisata, kesehatan masyarakat, hingga peningkatan daya tarik investasi daerah.

Bagi Dinas Perkebunan, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh capaian fisik, melainkan juga oleh tumbuhnya budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Melalui semangat Fakfak Membara, sebuah keranjang sampah diharapkan mampu melahirkan gerakan bersama, mengubah kebiasaan masyarakat, dan perlahan membentuk karakter baru Kabupaten Fakfak sebagai daerah yang mencintai kebersihan dan kelestarian alam.

Sebab pada akhirnya, pembangunan yang paling bernilai bukanlah apa yang dibangun untuk hari ini, melainkan apa yang dapat diwariskan kepada generasi esok.

"Fakfak Bersih Kotaku, Fakfak Membara untuk Masa Depan."

"Satu Keranjang Sampah, Sejuta Manfaat bagi Lingkungan, Kebun, dan Generasi Mendatang."

 

Writter & Editor : Den