Sekda Papua Barat Ali Baham Temongmere Nikmati Durian Khas Fakfak Langsung dari Kebun di Kampung Kotam
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Agenda seorang pejabat lazimnya identik dengan ruang rapat, pidato, dan seremoni. Namun, Jumat (10/7), Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Drs. Ali Baham Temongmere, M.TP, justru memilih menikmati sisi lain Fakfak yang tumbuh dari alamnya.
Di bawah rindangnya pohon-pohon durian dan pala di Kampung Kotam, ia bersama keluarga dan Tim Shelter Sekretariat Daerah Kabupaten Fakfak menikmati durian yang dipetik langsung dari dusun warga.
Suasana berlangsung sederhana, tetapi menyimpan makna. Tanpa jarak yang kaku, Ali Baham Temongmere duduk bersama rombongan menikmati durian yang selama ini dikenal sebagai salah satu buah unggulan Fakfak. Daging buahnya yang tebal, lembut, dengan perpaduan rasa manis dan legit serta aroma yang khas telah lama menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Pengalaman mencicipi durian langsung dari kebun menghadirkan sensasi yang berbeda dibanding menikmatinya di pasar atau kota. Buah yang baru dipetik menyuguhkan kesegaran alami sekaligus memperlihatkan bagaimana kesuburan tanah Fakfak melahirkan komoditas yang memiliki nilai ekonomi dan daya tarik wisata.
Kampung Kotam sendiri menyimpan potensi yang lebih besar daripada sekadar penghasil durian. Kawasan ini merupakan salah satu bentang alam yang memadukan perkebunan rakyat dengan panorama pesisir yang masih terjaga. Di sinilah kekayaan alam Fakfak bertemu dengan kehidupan masyarakat yang tetap memelihara tradisi mengelola kebun secara turun-temurun.
Usai menikmati durian, Ali Baham Temongmere bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Kampung Kotam. Hamparan pasir yang bersih, air laut yang jernih, dan semilir angin dari Teluk menjadi penutup perjalanan yang menghadirkan wajah lengkap Fakfak sebagai daerah yang kaya akan pesona alam.
Rombongan tampak menikmati suasana pantai, berjalan di bibir laut, hingga merasakan kesegaran air laut yang tenang. Momen tersebut memperlihatkan bahwa Fakfak memiliki kekuatan besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam yang menawarkan pengalaman berbeda dari kebun durian hingga pesisir pantai dalam satu kawasan.
Kunjungan itu sekaligus menjadi gambaran bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan investasi, tetapi juga tentang bagaimana potensi lokal diberi ruang untuk dikenal lebih luas. Produk pertanian, bentang alam, dan keramahan masyarakat merupakan aset yang dapat memperkuat identitas Fakfak di tingkat regional maupun nasional.
Bagi Ali Baham Temongmere, kunjungan tersebut menjadi kesempatan melihat secara langsung denyut kehidupan masyarakat sekaligus menikmati kekayaan alam yang menjadi kebanggaan Papua Barat.
Sementara bagi masyarakat Kampung Kotam, kehadiran Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat menjadi bentuk perhatian terhadap potensi lokal yang selama ini tumbuh dari kerja keras para petani dan warga.
Di tengah berbagai agenda pemerintahan, momen sederhana menikmati durian di bawah rindangnya pepohonan dan menutup perjalanan di tepi Pantai Kotam menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah daerah sering kali lahir dari hal-hal yang paling dekat dengan masyarakatnya: alam yang lestari, hasil bumi yang berkualitas, dan kebersamaan yang tumbuh tanpa dibuat-buat. Itulah wajah Fakfak yang sesungguhnya sederhana, kaya, dan meninggalkan kesan bagi siapa pun yang datang.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook