Pala Tomandin 1.000 Hektare Dikebut, Kelapa 75 Hektare Menyusul: Pemerintah Pusat Cek Kesiapan Fakfak
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Hilirisasi Pala Tomandin seluas 1.000 hektare di Kabupaten Fakfak mulai memasuki tahap pematangan. Pemerintah pusat melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat bersama BBPMP Papua Barat dan BBPPT Ambon turun langsung mengecek kesiapan program, termasuk pemutakhiran data calon petani dan calon lokasi (CPCL).
Kepala BRMP Papua Barat, Dr. Abdul Syukur Syarif, S.P., M.P., memimpin kunjungan tersebut. Rombongan meninjau penangkaran Pala Tomandin untuk memastikan kesiapan sumber benih sebagai salah satu fondasi pelaksanaan program hilirisasi di lapangan.
Kunjungan itu sekaligus menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan data. Abdul Syukur mendorong pemerintah daerah segera menuntaskan pemutakhiran dan penginputan CPCL melalui aplikasi SIMLUHTAN dan e-Bamper. Data yang lengkap dan valid menjadi prasyarat agar program berjalan tepat sasaran dan sesuai mekanisme pemerintah pusat.
Dari BBPPT Ambon, Titinurhaya melakukan pemeriksaan terhadap kondisi penangkaran dan bibit Pala Tomandin. Pemeriksaan tersebut diarahkan untuk memastikan kualitas serta kesiapan bibit sebelum memasuki tahapan distribusi kepada penerima program.
Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, S.T., M.T., mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan CPCL untuk program hilirisasi Pala Tomandin seluas 1.000 hektare. Fakfak juga menyiapkan CPCL peremajaan kelapa seluas 75 hektare sebagai bagian dari dukungan daerah terhadap program perkebunan prioritas pemerintah pusat.
Namun, petani diminta tidak terburu-buru menunggu realisasi di lapangan. Menurut pemerintah daerah, program tersebut merupakan bagian dari agenda strategis Kementerian Pertanian sehingga setiap tahap harus melewati verifikasi administrasi, teknis, dan mekanisme yang telah ditetapkan.
Faktor musim turut menjadi pertimbangan. Kondisi kemarau yang tengah berlangsung di Fakfak dapat mempengaruhi kesiapan tanaman dan efektivitas pelaksanaan kegiatan. Karena itu, waktu pelaksanaan dapat disesuaikan dengan kondisi iklim dan kalender musim tanam agar program tidak sekadar cepat dimulai, tetapi juga memiliki peluang keberhasilan yang lebih besar.
Program peremajaan kelapa memiliki cerita tersendiri. Komoditas ini baru pertama kali masuk dalam program nasional untuk Fakfak setelah Bupati Fakfak melakukan audiensi dengan Menteri Pertanian RI dalam rangkaian Rakornis. Respons pemerintah pusat kemudian ditindaklanjuti secara serius melalui kementerian terkait.
Dua program tersebut menempatkan Fakfak pada persimpangan penting: bukan hanya meningkatkan luas dan produksi perkebunan, tetapi mendorong komoditas unggulan daerah masuk ke rantai nilai yang lebih tinggi. Untuk Pala Tomandin, targetnya adalah peningkatan kualitas, produktivitas dan nilai tambah; sementara peremajaan kelapa diharapkan mengembalikan produktivitas kebun rakyat yang telah menurun.
Pemerintah Kabupaten Fakfak memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat terus berjalan. Ketika data, benih, lokasi, mekanisme administrasi dan kondisi musim telah siap, program diharapkan dapat segera bergerak dari dokumen CPCL menuju pekerjaan nyata di kebun petani.
Dari Fakfak, Pala Tomandin tidak hanya dipertahankan sebagai identitas perkebunan, tetapi didorong menjadi komoditas yang semakin kuat, berkualitas dan bernilai tambah.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook