#PeaceFromKei: KNPI Kota Tual Ajak Suporter Piala Dunia Sebarkan Pesan Perdamaian

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 02 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

#PeaceFromKei: KNPI Kota Tual Ajak Suporter Piala Dunia Sebarkan Pesan Perdamaian

Tual, KabarsulselIndonesia.web.id |  Euforia Piala Dunia 2026 tak hanya akan menghadirkan semangat kompetisi sepak bola di Kepulauan Kei. Di tangan para pemuda, momentum olahraga terbesar dunia itu justru hendak diubah menjadi ruang rekonsiliasi sosial dan penguat persaudaraan pasca konflik yang sempat mengguncang sebagian wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Gagasan tersebut mengemuka dalam audiensi antara Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Tual bersama perwakilan kelompok suporter negara peserta Piala Dunia 2026 dengan Wakapolres Tual, Kompol Rony F. Manawan, di Lobby Polres Tual, Selasa, 2 Juni 2026.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu turut dihadiri Kabag Ops Polres Tual Kompol Hi. Laode Arif Jaya, Kasat Lantas IPTU Ismail, Kasi Humas IPTU Hamit Mahu, serta sejumlah koordinator suporter negara peserta Piala Dunia, di antaranya Jhon Liber Rahayaan (Ceko), Norjen Notanubun (Brasil), Pablo Refra (Portugal), Chen Rahayaan (Argentina), dan Roy Rogas (Belanda).

Ketua DPD KNPI Kota Tual, Gasandi R. Renfaan, mengatakan pihaknya bersama komunitas suporter berencana menggelar Pawai Damai bertajuk #PeaceFromKei pada 11 Juni 2026. Kegiatan tersebut dirancang sebagai simbol kebangkitan semangat persatuan masyarakat Kei setelah beberapa waktu terakhir diwarnai konflik sosial di sejumlah wilayah.

“Olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan. Kami ingin menjadikan Piala Dunia bukan sekadar tontonan, tetapi juga momentum untuk mengajak masyarakat kembali mempererat persaudaraan. Karena itu kami mengusung tema #PeaceFromKei atau Damai dari Tanah Kei,” kata Gasandi.

Menurut dia, pawai akan mengambil titik start di kawasan Stasiun Meren dan direncanakan dilepas oleh Bupati Maluku Tenggara atau perwakilannya. Rombongan kemudian bergerak menuju Lapangan Lodar El dan akan disambut oleh Pemerintah Kota Tual.

Gasandi menegaskan bahwa panitia berkomitmen menjaga kegiatan tetap tertib dan aman. Seluruh peserta akan diimbau untuk tidak menggunakan knalpot balap, tidak membawa senjata tajam, serta menjauhi konsumsi minuman keras selama pelaksanaan kegiatan.

Wakapolres Tual, Kompol Rony F. Manawan, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, kegiatan yang lahir dari semangat kebersamaan dan perdamaian patut mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengapresiasi gagasan yang dibangun oleh KNPI dan para suporter. Semangat yang dibawa sangat positif karena mengedepankan persatuan. Kami berharap seluruh peserta dapat menjaga ketertiban sehingga kegiatan ini benar-benar menjadi sarana memperkuat harmoni sosial,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat yang akan menggelar nonton bareng pertandingan Piala Dunia tetap menjaga keamanan lingkungan serta menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Tual, Kompol Hi. Laode Arif Jaya, menekankan pentingnya koordinasi lintas wilayah mengingat rute pawai akan melintasi dua daerah administrasi, yakni Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Karena itu, panitia diminta berkoordinasi dengan Polres Maluku Tenggara guna mempermudah proses pengamanan dan penerbitan administrasi kegiatan.

Senada dengan itu, Kasi Humas Polres Tual IPTU Hamit Mahu mengimbau masyarakat yang menggelar kegiatan nonton bareng agar melibatkan aparat kepolisian. Kehadiran petugas diharapkan dapat menjadi sarana penyampaian pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat sebelum acara berlangsung.

Audiensi berakhir sekitar pukul 15.10 WIT. Di penghujung pertemuan, Polres Tual menegaskan komitmennya untuk mendukung dan mengamankan seluruh rangkaian kegiatan sepanjang dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.

Di tengah upaya pemulihan hubungan sosial di wilayah Kei, pawai damai yang digagas KNPI dan komunitas suporter ini diharapkan menjadi simbol bahwa perbedaan pilihan, bahkan dalam mendukung tim sepak bola dunia sekalipun, dapat dirayakan dalam semangat persaudaraan. Dari Tanah Kei, pesan damai itu hendak disuarakan: bahwa kebersamaan selalu lebih besar daripada perbedaan.

 

Writter : Rilis | Editor : Den