Kepala SMPN 6 Ambon: Terpilih Dikunjungi Ombudsman Sebuah Penghargaan, MBG Sangat Membantu Anak yang Belum Sempat Makan Pagi

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 28 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kepala SMPN 6 Ambon: Terpilih Dikunjungi Ombudsman Sebuah Penghargaan, MBG Sangat Membantu Anak yang Belum Sempat Makan Pagi

AMBON,Kabarsulel-Indonesia.web.id. Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Ambon, Engelore A. Hitipeuw, S.Pd., menyampaikan perasaan senang dan bangga setelah sekolahnya dikunjungi langsung oleh Pimpinan Pusat Ombudsman Republik Indonesia Fikri Yasin beserta Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, dalam rangka meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (28/7/2026).

"Kami merasa sangat senang dan ini merupakan sebuah penghargaan bagi kami, sekolah kami terpilih untuk dikunjungi Bapak Kepala Ombudsman Republik Indonesia dan Bapak Wali Kota Ambon terkait program MBG ini," ujar Engelore.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kriteria yang digunakan dalam pemilihan lokasi kunjungan tersebut. "Untuk kriterianya saya tidak tahu, tiba-tiba saja kami dihubungi oleh Dinas Pendidikan dan kemudian dari pihak Ombudsman Ambon," jelasnya.

Saat ini, SMP Negeri 6 Ambon mendapatkan pasokan makanan dari Satuan Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) Kelurahan Ahusen 1, dengan jumlah keseluruhan siswa penerima manfaat sebanyak 1.240 orang.

Terkait tujuan kunjungan tersebut, Engelore menyampaikan bahwa pihaknya memahami kegiatan ini bertujuan untuk meninjau langsung bagaimana pelaksanaan program MBG berjalan di sekolah.

"Harapan kami dengan adanya MBG ini, kualitas gizi daripada anak-anak ini dapat lebih ditingkatkan lagi. Kami berharap semua yang ada di SMP Negeri 6 ini mendapatkan asupan gizi yang baik," tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan manfaat nyata yang dirasakan: "Memang dari rumah juga sebetulnya anak-anak sudah mendapatkan gizi yang baik, tapi dengan adanya MBG ini pastinya sangat bermanfaat bagi kami semua. Seringkali anak-anak, maupun kami para guru, berangkat masuk jam 07.15 pagi, sehingga kadang tidak sempat menyiapkan atau sarapan di rumah. Dengan adanya program ini, kami sangat terbantu sekali."

(M.N)