Forbisda HIPMI Maluku 2026: Dorong Investasi dan Hilirisasi SDA untuk Bangkitkan Ekonomi Maluku

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 13 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Forbisda HIPMI Maluku 2026: Dorong Investasi dan Hilirisasi SDA untuk Bangkitkan Ekonomi Maluku

Ambon, Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Sadali Ie, mewakili Gubernur Maluku membuka secara resmi Forum Bisnis Daerah (Forbisda) BPD HIPMI Maluku Tahun 2026 yang berlangsung di Lantai 9 Zest Hotel Ambon, Rabu (13/5/2026). Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Maluku, pengurus pusat dan daerah HIPMI, perwakilan Kementerian ESDM RI, OJK, BUMN/BUMD, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Maluku.

Dalam sambutannya, Sekda Sadali Ie mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesempatan berkumpul dalam acara yang sangat strategis ini. Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada BPD HIPMI Maluku atas inisiatif dan komitmen menyelenggarakan forum ini sebagai wadah pertemuan berbagai pemangku kepentingan.

“Kegiatan ini merupakan langkah positif dan krusial untuk membangun kesamaan persepsi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Forum seperti ini menjadi ruang dialog produktif guna melahirkan gagasan inovatif dan kolaborasi nyata demi mewujudkan investasi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Provinsi Maluku,” ujarnya.

Sekda menjelaskan bahwa Forbisda menjadi sarana penting untuk memperkuat ekosistem investasi, memperluas jejaring usaha, serta membangun optimisme terhadap masa depan ekonomi Maluku yang berbasis pada kekayaan potensi kepulauan. Ia menekankan tantangan utama yang saat ini dihadapi, yaitu sebagian besar sumber daya alam di Maluku masih diekspor dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah ekonomi belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat.

“Oleh karena itu, arah pembangunan daerah ke depan harus berfokus pada hilirisasi sumber daya alam. Tujuannya adalah menciptakan nilai tambah ekonomi, memperluas lapangan kerja, menguatkan peran UMKM, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Maluku,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tema yang diusung acara ini—“Mendorong Investasi dan Hilirisasi Sumber Daya Alam untuk Pertumbuhan Ekonomi Maluku”—sangat relevan dengan arah kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Maluku. Hilirisasi bukan sekadar soal pengolahan produk, melainkan membangun rantai ekonomi yang kuat mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran yang berbasis potensi lokal dan karakteristik kepulauan.

Sekda juga menguraikan sejumlah langkah strategis yang telah dan akan terus dijalankan pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, antara lain:

- Memperkuat kemudahan perizinan serta kepastian investasi melalui pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel.

- Meningkatkan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah kepulauan, meliputi pelabuhan, transportasi laut, jalan, dan sarana pendukung lainnya.

- Mendorong pengembangan kawasan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah, khususnya sektor kelautan dan perikanan sebagai sektor strategis Maluku.

- Memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda dan pengusaha lokal untuk menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi di Bumi Ra-raja ini.

Sebagai organisasi pengusaha muda, Sekda berharap BPD HIPMI Maluku mampu mendorong lahirnya wirausaha baru, memperkuat jejaring bisnis, serta menjadi mitra pemerintah sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang berbasis semangat kewirausahaan.

“Semoga forum ini menghasilkan rekomendasi kerjasama dan langkah nyata yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Maluku melalui investasi dan hilirisasi sumber daya alam yang berkelanjutan,” harapnya.

Ia menutup sambutannya dengan mendoakan agar segala kegiatan yang dilakukan senantiasa diberkati dan dilindungi oleh Allah SWT, dalam rangka mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

(M.N)