Bendahara DPD PDI Perjuangan Papua Tengah: Kader Jangan Berpuas Diri, Tetap Solid dan Hadir Membela Kepentingan Rakyat

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 27 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Bendahara DPD PDI Perjuangan Papua Tengah: Kader Jangan Berpuas Diri, Tetap Solid dan Hadir Membela Kepentingan Rakyat

Bendahara DPD PDI Perjuangan Papua Tengah: Kader Jangan Berpuas Diri, Tetap Solid dan Hadir Membela Kepentingan Rakyat

Mimika Kabarsulselindonesia.web.id – Bendahara DPD PDI Perjuangan Papua Tengah, Yohanes Felix Helyanan, SE, mengingatkan seluruh kader PDI Perjuangan agar tidak terlena dengan keberhasilan politik yang telah diraih. Menurutnya, kepercayaan rakyat hanya dapat dipertahankan apabila seluruh kader tetap solid, bekerja nyata, dan terus berada di garis depan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Yohanes saat menghadiri peringatan Haul Bung Karno di Kabupaten Mimika. Ia menegaskan bahwa Bulan Bung Karno bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan, gotong royong, serta keberpihakan kepada rakyat sebagaimana diajarkan Proklamator Republik Indonesia, Bung Karno.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Meski persiapannya singkat dan di tengah kesibukan sebagai anggota legislatif, semangat kader tidak surut. Ini membuktikan bahwa PDI Perjuangan tetap memiliki militansi dan kekompakan," ujarnya.26/06/2026

Yohanes menegaskan, perjuangan kader tidak berhenti setelah berhasil mengantarkan kader partai menduduki jabatan pemerintahan. Justru amanah tersebut harus dijawab dengan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, bukan sekadar menikmati kekuasaan.

"Masih ada anggapan bahwa perjuangan hanya dilakukan saat berada di luar pemerintahan. Itu keliru. Ketika kader dipercaya memimpin pemerintahan, di situlah perjuangan harus semakin nyata melalui kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa PDI Perjuangan memikul tanggung jawab besar di Papua Tengah setelah memperoleh kepercayaan rakyat memimpin provinsi dan sejumlah kabupaten.

"Papua Tengah adalah bukti perjuangan PDI Perjuangan. Kita berhasil mengantarkan Gubernur serta lima kepala daerah dari delapan kabupaten. Kepercayaan sebesar ini tidak boleh disia-siakan. Rakyat akan terus menilai apakah kader benar-benar bekerja atau hanya hadir saat pemilu," katanya.

Karena itu, Yohanes meminta seluruh kader memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat PAC, ranting, dan anak ranting. Menurutnya, soliditas internal merupakan modal utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan melalui kantor partai agar dapat diperjuangkan secara politik maupun melalui jalur pemerintahan.

"Jangan biarkan rakyat berjalan sendiri menghadapi persoalan. Kantor DPC harus menjadi rumah perjuangan masyarakat. Setiap aspirasi harus didengar dan diperjuangkan," ujarnya.

Menutup sambutannya, Yohanes mengajak seluruh kader menjadikan semangat Bung Karno sebagai energi untuk terus bekerja, menjaga persatuan, dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

"Jangan pernah jauh dari rakyat. Selama kita bersama rakyat, perjuangan PDI Perjuangan akan tetap hidup. Mari kita jaga soliditas, bekerja dengan hati, dan membuktikan bahwa kepercayaan rakyat dijawab dengan pengabdian yang nyata," pungkasnya.

Peringatan Bulan Bung Karno di Kabupaten Mimika menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk terus mengawal pembangunan, menjaga nilai-nilai nasionalisme, serta memastikan perjuangan politik tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.

Editor: Bruce Elang