Kolaborasi Sekolah, Keluarga, dan Lembaga Adat Jadi Kunci Pendidikan Berbasis Larvul Ngabal

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 01 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kolaborasi Sekolah, Keluarga, dan Lembaga Adat Jadi Kunci Pendidikan Berbasis Larvul Ngabal

Kolaborasi Sekolah, Keluarga, dan Lembaga Adat Jadi Kunci Pendidikan Berbasis Larvul Ngabal

Tual Tribunnusantara-web.id – Transformasi pendidikan berbasis kearifan lokal dinilai tidak akan berhasil jika hanya dibebankan kepada sekolah. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara keluarga, sekolah, lembaga adat, pemerintah, dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai Hukum Adat Larvul Ngabal kepada generasi muda.01/07/2026

Hal tersebut disampaikan Golkarianus Ubra, S.Pd., CPSE, Guru SMA Negeri 1 Tual, dalam tulisan opini berseri "Transformasi Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal dalam Bingkai Hukum Adat Larvul Ngabal" Part 16.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang membentuk karakter anak. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, serta penghormatan kepada orang tua dan sesama telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kei melalui filosofi Ain Ni Ain, yang bermakna bahwa semua orang adalah saudara.

"Apabila pendidikan di rumah selaras dengan pendidikan di sekolah, maka proses pembentukan karakter akan berlangsung lebih efektif," tulis Golkarianus.

Ia menjelaskan, sekolah memiliki peran strategis bukan hanya sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pelestarian budaya. Guru didorong untuk menghadirkan tokoh adat dalam proses pembelajaran, mengembangkan diskusi mengenai sejarah Larvul Ngabal, hingga mengajak peserta didik mengenal langsung praktik-praktik adat yang masih hidup di tengah masyarakat.

Selain sekolah dan keluarga, lembaga adat juga dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya. Kolaborasi antara lembaga adat dan dunia pendidikan dapat diwujudkan melalui seminar budaya, pelatihan kepemimpinan berbasis adat, festival budaya, maupun penyusunan bahan ajar yang mengangkat Hukum Adat Larvul Ngabal.

Golkarianus menilai, di tengah derasnya arus globalisasi, pendidikan berbasis budaya lokal menjadi benteng penting dalam menjaga identitas generasi muda. Menurutnya, peserta didik harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan akar budaya sebagai masyarakat Kei.

"Pendidikan berbasis Hukum Adat Larvul Ngabal bukan untuk membatasi generasi muda menghadapi dunia modern, tetapi memperkuat jati diri mereka agar mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur leluhur," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa nilai kejujuran, tanggung jawab, musyawarah, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia yang terkandung dalam Hukum Adat Larvul Ngabal merupakan fondasi penting dalam melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung transformasi pendidikan berbasis kearifan lokal. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan melahirkan generasi Kei yang unggul secara akademik, kuat dalam karakter, serta mampu menjaga dan melestarikan warisan budaya di tengah perkembangan zaman.

Editor: Bruce Elang