Gelar Kehormatan Mengalir, Warga Mimika Pertanyakan Prestasi dan Realitas Pembangunan
Gelar Kehormatan Mengalir, Warga Mimika Pertanyakan Prestasi dan Realitas Pembangunan
Mimika Kabarsulselindonesia.web.id – Pemberian gelar kehormatan kepada Bupati Mimika Johannes Rettob dan istrinya, Suzy Rettob, dari Keraton Surakarta menuai beragam tanggapan di tengah masyarakat. Di satu sisi, penghargaan tersebut dipandang sebagai hak dan kewenangan lembaga budaya yang memberikan apresiasi. Namun di sisi lain, sebagian masyarakat mempertanyakan relevansinya dengan kondisi nyata pembangunan di Kabupaten Mimika.
Seorang warga Mimika yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi pelayanan dasar yang menurutnya masih jauh dari harapan masyarakat.18/06/2026
Menurut sumber tersebut, hingga saat ini masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Distrik Tembagapura, masih menghadapi persoalan serius terkait pelayanan kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta keterbatasan infrastruktur.17/06/2026
Ia mencontohkan adanya tenaga kesehatan yang harus berjalan kaki berjam-jam untuk mencari akses menuju kota setelah mengalami sakit malaria serta mengalami keterbatasan obat-obatan dan bahan makanan di wilayah tugasnya.
“Di saat masyarakat masih bergumul dengan persoalan pelayanan dasar, publik justru dikejutkan dengan kabar pemberian gelar kehormatan kepada kepala daerah dan keluarganya. Ini yang membuat masyarakat bertanya, apa indikator yang menjadi dasar penghargaan tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, warga tersebut meminta Pemerintah Pusat agar tidak hanya mengandalkan laporan administratif dari pemerintah daerah, tetapi juga melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna melihat kondisi riil masyarakat Mimika.
“Pemerintah pusat perlu turun langsung melihat bagaimana kondisi pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur di kampung-kampung. Dengan begitu, penilaian terhadap keberhasilan pembangunan bisa berdasarkan fakta yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Polemik ini menunjukkan adanya jarak antara penghargaan yang diterima para pejabat dengan persepsi sebagian masyarakat terkait hasil pembangunan. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa penghargaan tertinggi bagi seorang pemimpin pada akhirnya adalah kepercayaan dan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya.
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook