Qris Jelajah Kuliner Indonesia 2026 Resmi Digelar di Ambon, Dorong Digitalisasi Pembayaran & Ekonomi Lokal

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 24 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Qris Jelajah Kuliner Indonesia 2026 Resmi Digelar di Ambon, Dorong Digitalisasi Pembayaran & Ekonomi Lokal

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan resmi meluncurkan kegiatan Qris Jelajah Kuliner Indonesia 2026 untuk wilayah Sulawesi–Maluku–Papua (SULAMPUA), yang berlangsung di Hotel Natsepa, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Bayu Martanto, dan dihadiri oleh Sekretaris Kota Ambon, para pimpinan OPD Kota Ambon, pimpinan perbankan, serta instansi vertikal se-Kota Ambon.

-Digitalisasi Pembayaran Semakin Masif, Maluku Tumbuh Positif

Dalam sambutannya, Bayu Martanto menyampaikan bahwa digitalisasi pembayaran di Indonesia berkembang dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. QRIS bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan tulang punggung ekonomi baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di wilayah SULAMPUA.

Data Perkembangan QRIS Semester I 2026:

-Secara Nasional: Mencapai 344 juta transaksi, dengan 3,7 juta pengguna dan 3,3 juta pedagang

-Khusus Provinsi Maluku: Volume transaksi QRIS mencapai 7,9 juta transaksi, dengan 177.000 pengguna dan 117.000 pedagang — mayoritas pelaku UMKM

Meski pertumbuhan sangat pesat, masih terdapat tantangan berupa ketersediaan infrastruktur jaringan dan tingkat literasi digital masyarakat. Menurut data OECD 2024, literasi keuangan Indonesia berada di angka 57, lebih rendah dibanding Malaysia (61) dan Thailand (71). Terlebih lagi, skor literasi keuangan digital Indonesia hanya 41 poin, jauh di bawah rata-rata negara OECD yang mencapai 51 poin.

"Inilah yang mendorong Bank Indonesia untuk terus bergerak — bukan hanya menyediakan infrastruktur, tapi juga memastikan masyarakat benar-benar paham dan mampu memanfaatkannya secara mandiri," ujar Bayu.

Untuk menjaga momentum digitalisasi, Bank Indonesia terus memperluas literasi dan adopsi digital kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Salah satu program unggulannya adalah Qris Jelajah Kuliner Indonesia, yang telah digelar sejak 2024. Tahun 2026 ini mengusung tema: "Jelajahi Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS".

Kegiatan ini dirancang sebagai kompetisi bertingkat yang mengintegrasikan promosi kuliner lokal dengan perluasan penggunaan pembayaran digital:

-Tahap I: Tingkat Provinsi — telah diselesaikan di masing-masing provinsi

-Tahap II: Tingkat Wilayah SULAMPUA — diikuti oleh pemenang dari 10 provinsi se-wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua?

-Tahap III: Tingkat Nasional — juara wilayah akan bersaing di tingkat tertinggi

Para peserta akan menjalankan berbagai misi kreatif serta kampanye media sosial untuk memperkenalkan kebijakan Bank Indonesia, khususnya terkait digitalisasi sistem pembayaran, sekaligus mempromosikan kekayaan kuliner dan budaya daerah.

Penyelenggaraan wilayah SULAMPUA ini akan digelar di dua provinsi — pertama di Maluku, dan selanjutnya di Sulawesi Selatan.

Bayu Martanto menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kota Ambon atas terselenggaranya kegiatan di tempat yang indah ini. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan.

"Kami mengajak seluruh peserta untuk berkompetisi secara sportif, sekaligus menjadikan momen ini sebagai ajang memperkuat sinergi — antara pemerintah daerah, perbankan, penyedia jasa pembayaran, pelaku UMKM, dan masyarakat luas. Mari kita jadikan inovasi sistem pembayaran digital sebagai alat untuk mendukung perekonomian yang inklusif, demi kesejahteraan seluruh masyarakat," tegas Bayu.

(M.N)