Penataan & Arah Gerak Rekonsiliasi PKC PMII Papua: Menutup Luka, Menyatukan Langkah, Membangun Masa Depan

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 26 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Penataan & Arah Gerak Rekonsiliasi PKC PMII Papua: Menutup Luka, Menyatukan Langkah, Membangun Masa Depan

Kabarsulsel-Indonesia.web.id.

Gerakan Kolektif Era Baru PKC PMII Papua Periode 2026–2028, Oleh: Abdullah Rahman Bugis, Ketua Umum PKC PMII Papua

Di tengah dinamika dan tantangan yang menyertai perjalanan Tanah Papua, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) hadir sebagai wadah kader pemuda Islam yang berkarakter, berilmu, dan berjiwa sosial. Kami menyadari sepenuhnya bahwa persatuan adalah kekuatan mutlak. Perselisihan dan perpecahan yang sempat terjadi di tubuh PKC PMII Papua bukanlah tujuan, melainkan ujian kedewasaan organisasi, sekaligus panggilan luhur untuk kembali merajut persaudaraan yang pernah terjalin erat.

Rekonsiliasi ini kami bangun bukan sekadar untuk menyelesaikan sengketa kepemimpinan atau perbedaan pandangan semata. Langkah ini adalah strategi utama memulihkan marwah, kewibawaan, dan fungsi PMII sebagai kekuatan perubahan nyata di tanah ini. Kami sepakat: berbedalah pendapat itu wajar, namun perpecahan yang berlarut-larut hanya akan melemahkan gerakan, mengurangi dampak kerja nyata, serta mengecewakan harapan masyarakat dan kader yang menaruh kepercayaan besar pada organisasi ini.

DASAR PENATAAN: Kembali ke Akar dan Konstitusi

Proses penataan ulang ini berpijak pada empat landasan tak tergoyahkan:

1. Semangat Persaudaraan Islam & Kemanusiaan

Kami sadar bahwa kita semua bersaudara, memiliki satu akar dan satu tujuan besar: berkhidmat untuk agama, bangsa, dan tanah kelahiran kita. Prinsip saling mengakui, saling menghargai, dan saling memaafkan menjadi pondasi utama setiap langkah yang diambil.

2. Supremasi AD/RT PMII

Segala bentuk penataan, penyatuan struktur, dan kepemimpinan wajib berjalan sepenuhnya sesuai aturan dasar organisasi. Tidak ada lagi ruang bagi kepemimpinan ganda, keputusan tandingan, atau langkah yang melampaui ketentuan yang berlaku. Kami kembali tunduk dan patuh pada konstitusi yang mengikat kita semua.

3. Kebenaran Sejarah & Pemulihan

Kami berani mengakui adanya kesalahan, kekurangan, dan langkah yang kurang tepat di masa lalu. Rekonsiliasi berarti berdamai dengan sejarah, menarik kembali segala pernyataan atau tindakan yang merusak nama baik sesama kader maupun organisasi, serta membangun kembali kepercayaan yang sempat retak.

4. Kearifan Lokal & Konteks Papua

Gerakan PMII Papua tidak pernah lepas dari jiwa, nilai, dan harapan masyarakat setempat. Penataan ini dirancang relevan, berakar pada budaya damai, semangat gotong royong, serta tekad mewujudkan keadilan dan kesejahteraan di Tanah Papua.

Prinsip Penataan:

- Menyatukan seluruh elemen dalam satu struktur tunggal yang sah dan diakui bersama.

- Menghapus sekat-sekat kubu, meniadakan diskriminasi, dan membuka ruang partisipasi setara bagi setiap kader.

- Membangun budaya musyawarah, keterbukaan, dan penyelesaian masalah secara kekeluargaan.

- Memulihkan hubungan baik dengan Pengurus Besar PMII serta seluruh jaringan organisasi di tingkat nasional maupun daerah.

 ARAH GERAK: Gerakan Kolektif Era Baru PMII Papua

Setelah persatuan tercapai sepenuhnya, kami melangkah maju dengan semangat baru di bawah payung Gerakan Kolektif Era Baru PMII Papua. Ini bukan sekadar nama, melainkan arah, semangat, dan cara kerja kita ke depan.

VISI

PMII Papua Bersatu, Kuat, Berkarakter, dan Berdampak Nyata: Menjadi Garda Depan Perubahan, Kedamaian, dan Kemajuan Tanah Papua.

5 ARAH UTAMA GERAKAN:

 1. Penguatan Identitas & Nilai Dasar

Kami menanamkan kembali nilai-nilai utama PMII: Ilmiah, Religius, Berkemajuan, dan Berkeadilan. Menjadikan Islam sebagai rahmatan lil 'alamin yang mengedepankan kasih sayang, toleransi, dan keberpihakan pada kaum yang lemah. Kami bangun karakter kader yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas, cinta tanah air, serta memahami betul identitas dan kewajiban sebagai pemuda Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Pendidikan & Kaderisasi Berkualitas

Pendidikan kader menjadi prioritas utama, disusun secara terpadu, berkelanjutan, dan menyesuaikan konteks kekinian. Kami cetak pemimpin muda yang menguasai ilmu pengetahuan, memahami isu-isu strategis Papua, mampu berdialog secara konstruktif, dan siap memimpin perubahan. Kader PMII harus menjadi sosok yang dicari, diandalkan, dan dijadikan rujukan di tengah masyarakat, kampus, maupun lingkungan sekitar.

 3. Advokasi & Perjuangan Kontekstual

Gerakan kami harus hadir nyata di tengah masyarakat. Kami berjuang keras untuk:

- Penegakan Hak Asasi Manusia dan keadilan sosial.

- Pemerataan pembangunan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Papua.

- Penyelesaian damai berbagai persoalan sosial-politik dengan pendekatan dialog dan kemanusiaan.

- Menjadi jembatan penghubung strategis antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai elemen bangsa demi kedamaian dan kesejahteraan.

4. Kolaborasi & Jejaring Luas

Kami tidak bekerja sendiri. Semangat Gerakan Kolektif berarti membangun kerja sama erat dengan organisasi pemuda, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, dan elemen masyarakat lainnya. PMII Papua hadir sebagai mitra strategis yang membangun, bukan kekuatan yang memecah belah. Kami perkuat persaudaraan dengan seluruh organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Papua demi tujuan mulia bersama.

5. Kontribusi Nyata Pembangunan

Kader PMII harus hadir dengan karya dan tindakan. Kami bergerak aktif mengembangkan ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan hidup, dan budaya lokal. Kami buktikan bahwa persatuan kita membawa manfaat nyata: membangun kemandirian ekonomi rakyat, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menjaga kelestarian alam Papua sebagai warisan masa depan.

? KOMITMEN BERSAMA

Langkah rekonsiliasi ini adalah bukti kedewasaan dan kematangan organisasi kami. Segala hal yang telah disepakati dan ditetapkan di sini, akan kami pertanggungjawabkan kepada seluruh kader, masyarakat Papua, dan Pengurus Besar PMII sebagai amanah konstitusional yang suci.

Bersama, kita wujudkan PMII Papua yang lebih hebat, lebih bermanfaat, dan menjadi kebanggaan kita semua.

Jayapura, 26 Mei 2026

Pengurus Koordinasi Cabang PMII Papua

Abdullah Rahman Bugis, Ketua Umum PKC PMII Papua

(Elang)