PKM UKIM Dorong Kelompok Rumput Laut Desa Kamatubun Go Digital, Produk Olahan Dibidik Masuk Pasar Lebih Luas
Tanimbar,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mendorong pemberdayaan kelompok budidaya rumput laut di Desa Kamatubun, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, melalui penguatan keterampilan pengolahan produk dan komunikasi pemasaran digital.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 24 Agustus 2026 tersebut mengangkat tema “Pemberdayaan Budidaya Kelompok Rumput Laut Melalui Penguatan Komunikasi Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat pada Desa Kamatubun.”
Program ini merupakan bagian dari komitmen UKIM untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal.
Desa Kamatubun memiliki potensi rumput laut yang cukup menjanjikan. Potensi tersebut tidak hanya dapat dikembangkan sebagai komoditas hasil budidaya, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas.
Melalui kegiatan PKM, Tim UKIM bersama Penyuluh Perikanan dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar memberikan pendampingan kepada kelompok masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengolahan rumput laut.
Pendampingan tidak hanya diarahkan pada aspek produksi, tetapi juga menyentuh aspek pemasaran. Masyarakat diperkenalkan dengan strategi komunikasi pemasaran digital sebagai salah satu cara untuk memperluas jangkauan promosi produk yang dihasilkan.
Pemanfaatan media sosial dan platform digital dinilai dapat membuka peluang bagi produk rumput laut Desa Kamatubun untuk dikenal oleh konsumen di luar wilayah desa.
Masyarakat didorong untuk mulai memahami pentingnya membangun identitas produk, membuat foto produk yang menarik, menghasilkan konten digital, serta menyampaikan informasi produk secara kreatif dan informatif kepada calon konsumen.
-Kembangkan Produk Olahan Rumput Laut
Salah satu fokus dalam kegiatan PKM tersebut adalah mendorong masyarakat mengembangkan produk olahan berbahan dasar rumput laut.
Beberapa produk yang diperkenalkan dan dikembangkan antara lain jus rumput laut dan keripik rumput laut.
Pengembangan produk olahan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif usaha baru bagi masyarakat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil budidaya rumput laut.
Selama ini, hasil budidaya umumnya dipandang sebagai komoditas yang dijual dalam bentuk bahan mentah. Melalui pengolahan, pengemasan dan pemasaran yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat memperoleh nilai tambah dari produk yang dihasilkan.
Karena itu, kemampuan memasarkan produk menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha masyarakat.
Tidak cukup hanya menghasilkan produk dengan kualitas baik, masyarakat juga perlu mampu memperkenalkan produknya kepada calon konsumen melalui media yang sesuai dengan perkembangan teknologi.
-Dorong Masyarakat Manfaatkan Media Digital
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan media sosial sebagai media promosi.
Masyarakat didorong untuk memanfaatkan berbagai platform digital dalam memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan konsumen, serta menciptakan citra produk yang menarik.
Foto produk, video pendek, narasi promosi dan informasi mengenai keunggulan produk menjadi bagian dari materi yang diarahkan untuk membantu masyarakat membangun pemasaran secara mandiri.
Penguatan komunikasi pemasaran digital diharapkan dapat membuat produk olahan rumput laut dari Desa Kamatubun tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Ketua Tim PKM UKIM, Demsy Wattimena, menegaskan bahwa potensi rumput laut di Desa Kamatubun perlu dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
«“Potensi rumput laut di Desa Kamatubun perlu dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Melalui penguatan komunikasi pemasaran digital, masyarakat tidak hanya memproduksi, tetapi juga mampu memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada pasar yang lebih luas,” demikian disampaikan dalam kegiatan PKM UKIM.»
Menurutnya, kegiatan pemberdayaan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan semata. Pendampingan dan pengembangan usaha secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.
-UKIM dan Masyarakat Bangun Kemandirian Ekonomi
Kegiatan PKM tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara UKIM dan masyarakat Desa Kamatubun dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Melalui peningkatan keterampilan produksi, pengolahan, pengemasan dan pemasaran digital, kelompok rumput laut diharapkan mampu meningkatkan kualitas serta daya saing produk.
Lebih jauh, pengembangan produk olahan rumput laut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat pemanfaatan potensi sumber daya lokal.
Keberlanjutan program menjadi hal penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima pelatihan, tetapi mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri dan kreatif dalam mengembangkan potensi desanya.
Tim PKM UKIM menyampaikan terima kasih kepada Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut hingga selesai. JCS

























Komentar via Facebook