Lantik 224 Pejabat Administrator Dan Pengawas, Wali Kota Bodewin Wattimena: Bangun Birokrasi Bersih, Berintegritas, Ambon Wajib Loncat Kelas!

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 11 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Lantik 224 Pejabat Administrator Dan Pengawas, Wali Kota Bodewin Wattimena: Bangun Birokrasi Bersih, Berintegritas, Ambon Wajib Loncat Kelas!

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, secara resmi mengambil sumpah dan melantik 224 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Ambon. Pelantikan berlangsung khidmat di Pattimura Park, Jumat (11/9/2026), di tengah semangat peringatan HUT ke-451 Kota Ambon.

Hadir dalam acara Wakil Wali Kota Ambon Eli Toisutta, unsur Forkopimda Kota Ambon, Anggota DPRD Kota Ambon, Ketua TP-PKK Kota Ambon, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, seluruh Pimpinan OPD, serta para pejabat yang baru saja dilantik.

-Tata Birokrasi Bersih, Bebas KKN — Langkah Awal 17 Program Prioritas

Mengawali sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh hadirin memanjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas penyertaan-Nya. Ia menegaskan, pelantikan ini merupakan wujud nyata salah satu dari 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon: menata birokrasi yang handal, bersih, dan bebas dari praktik KKN.

"Kita berupaya semaksimal mungkin menempatkan pejabat secara objektif sesuai aturan kepegawaian. Kita tidak menentukan sendiri — yang mengusulkan adalah para Kepala Dinas dan Pimpinan OPD, karena merekalah yang paling tahu kapasitas dan karakter setiap orang di bawahnya. Ini adalah pendekatan sistem merit: menempatkan orang yang tepat pada jabatan yang tepat," tegasnya.

Wali Kota menegaskan tidak ada satu pun pejabat yang diangkat tanpa usulan dari Kepala OPD. Proses pengangkatan juga telah melalui seluruh prosedur resmi, mulai dari rekomendasi Kementerian Dalam Negeri hingga pertimbangan teknis BKN.

"Karena itu, tidak ada lagi alasan dinas atau badan belum berjalan baik. Semua jabatan sudah terisi. Kalau kinerja baik, pasti mendapat apresiasi. Sebaliknya, kalau tidak betul, akan ada penggantian — karena merekalah yang memilih," tandasnya.

-Perkuat Pelayanan Sampai ke Tingkat Kelurahan

Wali Kota menyoroti pentingnya penguatan pelayanan di tingkat paling bawah — kecamatan dan kelurahan. Selama ini banyak kelurahan hanya beranggar kecil, kini seluruh posisi telah diisi dan akan ditambah staf pendukung, minimal 7–10 orang per kelurahan.

"Ujung tombak pelayanan publik ada di kelurahan dan kecamatan. Kalau selama ini Lurah mengeluh kekurangan orang, hari ini kita isi semua. Supaya pelayanan di tingkat terbawah berjalan cepat dan tepat," ungkapnya.

-Pesan Tegas: Berintegritas, Jujur, Bekerja Sesuai Tupoksi — Ambon Wajib Loncat Kelas!

Kepada 224 pejabat yang baru dilantik, Wali Kota menyampaikan pesan utama dengan tegas:

-Pertama: Berintegritas. Bicara A, buat A. Aturan bilang A, jalankan A. Jangan bilang lain, buat lain. Tidak boleh ada "bilang A, kerjakan B, C, D".

-Kedua: Jujur dan Konsisten. Melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas. Tidak boleh berbohong.

-Ketiga: Berani Hadapi Tantangan. ASN Kota Ambon tidak boleh takut pada masalah. Justru untuk itulah saudara diangkat — cari solusi, bukan keluhan.

-Keempat: Kerja Sesuai Tupoksi. Lakukan yang menjadi tugas pokok dan fungsi masing-masing. Bekerja sesuai bidang, itu sudah cukup. Kalau semua berjalan baik, pemerintahan berjalan lancar, pelayanan publik membaik, pembangunan tercapai.

"Kalau semua pejabat administrator dan pengawas bekerja seperti ini, Ambon tidak sekadar naik kelas — Ambon wajib loncat kelas! Tidak perlu hal-hal yang muluk-muluk. Yang penting semua tugas, pemerintahan, pelayanan, dan pembangunan berjalan dengan baik," tegas Wali Kota.

-Pantau Langsung ke Lapangan — Camat, Lurah, Kades Wajib Turun

Wali Kota juga memberikan arahan khusus kepada Camat, Lurah, Raja, dan Kepala Desa:

"Jangan sampai laporan soal selokan tersumbat atau sampah sampai ke meja Wali Kota. Itu berarti Camat, Lurah, dan Kepala Desa tidak bekerja. Lurah wajib keliling wilayahnya minimal seminggu sekali — tahu di mana sampah, di mana selokan tersumbat, di mana bangunan tidak sesuai aturan. Camat lakukan hal yang sama. Tanggung jawab itu ada di pundak saudara semua."

-Jadikan Jabatan Sebagai Amanah dan Peluang Berkarier

Di akhir sambutan, Wali Kota mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah dan perutusan. Kinerja yang baik adalah jalan menuju jenjang karier yang lebih tinggi — dari Pengawas ke Administrator, hingga Pimpinan Tinggi Pratama.

"Maknai jabatan ini sebagai amanah. Kerjakan dengan baik. Tinggalkan sejarah yang baik, bukan yang buruk. Bimbing bawahan, hargai pimpinan, dukung Kepala Dinas. Mari kita bekerja bersama, membangun Ambon yang lebih baik, lebih bersih, lebih sejahtera," pesan penutup Wali Kota disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta.

(M.N)