DPC PDI-P Kota Ambon Gelar Musyawarah Anak Cabang Se-Kota Ambon: Konsolidasi Kekuatan, Target Rebut Kembali Kursi Pimpinan dan Kekuasaan

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 09 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

DPC PDI-P Kota Ambon Gelar Musyawarah Anak Cabang Se-Kota Ambon: Konsolidasi Kekuatan, Target Rebut Kembali Kursi Pimpinan dan Kekuasaan

Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. DPC PDI Perjuangan Kota Ambon menggelar Musyawarah Anak Cabang (PAC) se-Kota Ambon di Hotel Pacific, Sabtu (9/5). Acara ini dihadiri para sesepuh partai, Ketua DPC PDI-P Kota Ambon, pengurus PAC, anggota fraksi, serta seluruh fungsionaris partai di tingkat kota maupun provinsi.

Ketua DPD PDI-P Maluku yang sekaligus menjabat Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur Wattubun, dalam sambutannya menegaskan kegiatan ini dilaksanakan berdasar instruksi terpusat dari DPD PDI-P, tiga hari sebelum acara digelar. Ia menyebut musyawarah ini bukan sekadar memenuhi amanat organisasi, melainkan ajang silaturahmi dan pendidikan politik. Pasca penetapan pengurus PAC, tugas selanjutnya ada di tangan DPC PDI-P Kota Ambon untuk membentuk kepengurusan tingkat ranting dan anak ranting, serta memusatkan perhatian hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan dusun.

“Prinsip kerja kita jelas: hari ini kita berkumpul, besok kita lakukan evaluasi. Ada timbal balik penilaian — kader di bawah menilai kinerja pimpinan, dan sebaliknya. Ini momen krusial untuk konsolidasi seluruh kekuatan partai,” ujar Benhur.

Ia mengingatkan, perjuangan memenangkan pertarungan politik tak melulu dilakukan secara terbuka, ada pula langkah yang harus disusun diam-diam. Meski saat ini partai tidak memegang kendali pemerintahan nasional, segala kebijakan seperti refokusing, pemotongan anggaran, hingga efisiensi tetap dijalankan berdasar semangat gotong royong. Benhur menegaskan, PDI-P tidak gentar dengan kebijakan efisiensi, namun rakyatlah yang akan menjadi penilai utama: apakah kebijakan itu membawa kesejahteraan atau justru menimbulkan penderitaan bagi masyarakat.

“Kita berkumpul untuk mendapatkan pencerahan politik, mengokohkan ideologi Pancasila sebagai penuntun langkah. Rakyat harus bisa menilai, apakah PDI-P berpihak pada wong cilik, atau justru berpihak pada elit dan kekuasaan semata?” tegasnya.

Sikap politik partai juga ditegaskan: mendukung kebijakan pemerintah — baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kota — yang sejalan dengan haluan negara, namun berani mengkritik jika terjadi penyimpangan. Benhur meminta seluruh kader sejalan dengan arahan Ketua DPC PDI-P Kota Ambon, serta tidak terobsesi pada jabatan. Dalam musyawarah ini hanya akan ditetapkan 7 hingga 11 orang pemimpin PAC, namun seluruh masukan kader harus didengar dan diintegrasikan dengan kebijakan pusat, agar gerak partai sejalan dari bawah hingga atas.

Perdebatan dalam forum diperbolehkan, namun harus berakhir dengan keputusan musyawarah dan mufakat, tanpa ada pemungutan suara. Semangat gotong royong harus dijunjung tinggi. Benhur juga mengingatkan kader untuk peka pada hal-hal kecil — seperti nasib warga miskin, korban bencana, dan masyarakat yang membutuhkan — karena itulah medan perjuangan sejati partai. Ia juga memberikan apresiasi kepada DPC Kota Ambon yang bekerja cepat dalam mengonsolidasi partai dan menyusun program responsif bagi kebutuhan masyarakat.

Benhur menyoroti sejarah politik Ambon yang selama dua periode terakhir belum melahirkan pemimpin dari rahim PDI-P, padahal sebelumnya pernah menjabat Walikota selama tiga periode berturut-turut. Ia menegaskan hakekat politik adalah meraih kekuasaan untuk menyejahterakan dan melayani rakyat. Persatuan menjadi kunci utama; konflik internal dan fitnah hanya akan menjauhkan cita-cita partai untuk kembali berkuasa.

Data mencatat, ada lebih dari 500 peserta yang mengikuti seleksi calon ketua PAC se-Maluku, bersaing untuk mengisi 120 kursi kepemimpinan. Benhur menekankan mental kader harus ditempa menjadi baja. Siapa pun yang terpilih wajib dihormati, dan seluruh perbedaan atau konflik internal harus diakhiri demi persatuan, karena musuh sesungguhnya ada di luar, bukan di dalam lingkaran partai.

“Saya berikan target jelas untuk Kota Ambon: rebut kembali kursi Ketua DPRD Kota, lalu lanjutkan merebut jabatan Walikota Ambon. Jangan sampai kita punya kekuatan besar, semua berwarna merah, tapi kalah karena terpecah belah,” ucapnya tegas.

Sebagai penutup, Benhur mengingatkan kader untuk menghormati para senior dan sesepuh partai, karena keberadaan PDI-P saat ini adalah hasil perjuangan para pendahulu. Ia juga mengumumkan kegiatan mendatang: pada 16 Mei 2026 akan dibuka secara serentak Liga Kampung, ajang olahraga yang memberi ruang bagi warga kampung menyalurkan bakat. Talenta terbaik akan dibina, hingga nanti bisa mewakili Maluku dan Maluku Utara di ajang nasional, dengan dukungan kerja sama profesional bersama PSSI.

(M.N)