Fakfak Perkuat Budidaya Mahi Tuni, Menjaga Tradisi di Tengah Arus Modernisasi

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 13 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Fakfak Perkuat Budidaya Mahi Tuni, Menjaga Tradisi di Tengah Arus Modernisasi

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Mahi Tuni bukan sekadar tanaman. Bagi masyarakat adat Fakfak, Papua Barat, tembakau negeri itu merupakan bagian dari identitas budaya yang diwariskan lintas generasi. Di setiap helai daunnya tersimpan jejak sejarah, penghormatan kepada leluhur, serta nilai-nilai sosial yang hingga kini tetap hidup dalam keseharian masyarakat.

Kesadaran itulah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus memperkuat upaya pelestarian budidaya Mahi Tuni. Fokus pembinaan diarahkan kepada para petani di Kampung Mamur dan sejumlah kampung lain yang sejak lama dikenal sebagai sentra penghasil tembakau negeri.

Bagi masyarakat Fakfak, keberadaan Mahi Tuni tidak dapat dipisahkan dari berbagai tradisi adat. Tembakau ini lazim disandingkan dengan sirih, pinang, kapur, serta pandoki alat hisap tradisional dalam penyambutan tamu maupun pelaksanaan berbagai ritual adat. Karena itu, menjaga keberlanjutan Mahi Tuni dipandang bukan hanya sebagai upaya mempertahankan komoditas perkebunan, melainkan juga merawat marwah budaya masyarakat adat.

Pemerintah daerah memilih pendekatan yang menghormati pengetahuan lokal. Pendampingan kepada petani dilakukan tanpa mengubah pola budidaya tradisional yang telah diwariskan turun-temurun. Mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, panen hingga pascapanen, masyarakat masih mempertahankan cara-cara alami yang menjadi ciri khas tembakau negeri Fakfak.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan keunikan budidaya tradisional itulah yang menjadi kekuatan utama Mahi Tuni.

"Budidaya Tembakau Negeri di kampung ini hingga hari ini masih dilakukan secara tradisional. Mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, pemanenan hingga pascapanen masih mengikuti pola-pola alamiah yang diwariskan oleh leluhur. Inilah kekuatan dan keunikan Tembakau Negeri Fakfak yang harus terus dipertahankan," ujarnya saat bertemu kelompok pekebun tembakau.

Menurut Widhi, pemerintah hadir bukan untuk mengubah sistem yang telah diwariskan masyarakat adat, melainkan memperkuat keberlanjutannya. Sebab, pengembangan Mahi Tuni tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya masyarakat Fakfak.

Ia menilai setiap tahapan dalam budidaya tembakau negeri mengandung nilai-nilai luhur yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat adat. Cara menanam, merawat, mengolah hasil panen hingga mengonsumsinya melalui pandoki merupakan warisan budaya yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman.

"Nilai budaya inilah yang menjadikan Mahi Tuni bukan sekadar komoditas perkebunan, melainkan warisan leluhur yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang," katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Fakfak setiap tahun mengalokasikan program pengembangan Tembakau Negeri melalui bantuan stimulan kepada kelompok tani. Meski kemampuan anggaran masih terbatas, pemerintah berupaya agar penerima bantuan terus diperluas sehingga manfaat program dapat dirasakan secara lebih merata.

Widhi mengakui masih terdapat sejumlah petani yang belum tersentuh program pembinaan. Namun, pemerintah berkomitmen melakukan pendataan secara bertahap dan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan mereka.

"Kami siap datang ke kampung-kampung, duduk bersama masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, kemudian menyusun langkah pengembangan yang sesuai dengan potensi dan kearifan lokal masing-masing kampung," ujarnya.

Ia berharap Mahi Tuni tetap tumbuh di setiap negeri di Kabupaten Fakfak, bukan hanya sebagai sumber penghasilan masyarakat, tetapi juga sebagai simbol jati diri dan marwah budaya yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui semangat Satu Tungku Tiga Batu dan visi pembangunan Fakfak Membara, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, tokoh kampung, dan para petani terus terjalin. Di tengah perubahan zaman, Mahi Tuni diharapkan tetap lestari sebagai kekayaan budaya yang menguatkan identitas Fakfak sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan tanpa melepaskan akar tradisi yang telah diwariskan para leluhur.
 

Writter & Editor : Den