Konser "Senandung Merdu dari Bethvage" Kepala Biro Kesra: Musik Bahasa Persaudaraan, GPM Pilar Spiritual Pembangunan Maluku

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 06 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Konser

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Konser Musik "Senandung Merdu dari Bethvage,  Ucap Syukur untuk GPM" berlangsung penuh sukacita di halaman Gereja Bethvage, Jemaat GPM Kusu-Kusu Sereh, Sabtu (5/9/2026). Kepala Biro Perekonomian Provinsi Maluku Onesimus Soumeru hadir mewakili Gubernur Maluku dan membacakan sambutan resmi Gubernur, mengapresiasi kegiatan yang memadukan seni, iman, dan persaudaraan sebagai fondasi pembangunan daerah.

Acara dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Ambon (mewakili Wali Kota), Ketua Klasis Pulau Ambon, Ketua Majelis Jemaat GPM Bethvage beserta para pelayan dan panitia pelaksana, Kapolsek Nusaniwe, serta Pemerintah Negeri Kusu-Kusu Sereh.

Mengawali sambutan, Onesimus mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ia memaknai konser ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan ungkapan hati yang mendalam.

"Sebuah konser bukan hanya tentang suara, ia juga tentang hati. Bukan hanya siapa yang bernyanyi, tetapi tentang apa yang hendak kita sampaikan melalui nyanyian itu. Ada suara yang sekadar terdengar di telinga, tetapi ada suara yang masuk ke dalam hati. Dan saya percaya senandung yang lahir dari Bethvage malam ini adalah suara yang kedua suara yang membawa pesan tentang syukur, iman, kasih, dan persaudaraan," ujarnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Majelis Jemaat, warga jemaat, pemerintah negeri, dan seluruh panitia yang menyelenggarakan kegiatan ini.

"Makna konser ini dapat kita perluas: momentum ini mengingatkan kita bahwa Maluku juga dibangun dengan nilai, dengan iman, kebudayaan, dan seni — terutama dengan kasih serta persaudaraan. GPM sebagai salah satu pilar spiritual di Bumi Raja-raja ini telah membuktikan peranannya yang luar biasa dalam membina mental, karakter, dan spiritualitas masyarakat," tegasnya.

Melalui nada dan melodi yang dikumandangkan, kata beliau, kita sedang menggemakan pesan perdamaian, cinta kasih, dan persaudaraan sejati — jati diri orang Maluku.

"Musik adalah bahasa. Dan malam ini kita menyatu dalam frekuensi syukur. Jadikanlah senandung merdu yang keluar dari Bethvage malam ini mampu menyejukkan hati, meredam perbedaan, dan terus merawat ikatan Pela Gandong serta semangat hidup orang basudara di Maluku," pesannya.

Beliau berharap komitmen GPM, khususnya Jemaat Bethvage, dalam mendukung pembangunan daerah terus ditingkatkan.

"Pemerintah Provinsi Maluku tidak dapat berjalan sendiri. Kami membutuhkan topangan doa dan partisipasi aktif dari warga GPM untuk mengatasi berbagai tantangan sosial dan ekonomi, demi mewujudkan Maluku yang maju, sejahtera, dan berkeadilan," ungkapnya.

"Selamat menikmati konser musik Senandung Merdu dari Bethvage. Biarlah setiap melodi yang tercipta malam ini menjadi nyanyian yang harum di hadapan Tuhan dan membawa berkat serta kedamaian bagi kita semua. Dirgahayu ke-91 GPM, teruslah menjadi garam dan terang di tengah-tengah dunia! Maju terus pelayanan Gereja Protestan Maluku. Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati kita semua."

(M.N)