PWI SBT Bergerak di Tengah Krisis Air, 5.500 Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Bula

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 20 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

PWI SBT Bergerak di Tengah Krisis Air, 5.500 Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Bula

PWI SBT Bergerak di Tengah Krisis Air, 5.500 Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Bula

BULA, Kabarsulselindonesia.web.id — Kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan air bersih di tengah musim kemarau kembali ditunjukkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku.

Bersama tokoh masyarakat Bula, Aswan Lahmadi, PWI SBT menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di sejumlah kawasan permukiman yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Aksi sosial tersebut mulai dilakukan sejak Jumat, 18 September 2026, dan akan terus dilaksanakan selama kondisi kemarau masih menyebabkan keterbatasan air bersih bagi masyarakat.

Hingga Minggu, 20 September 2026, tercatat sekitar 5.500 liter air bersih telah disalurkan ke sejumlah titik di wilayah Bula.

Ketua PWI Kabupaten SBT, M. Yasin Kelderak, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap persoalan yang secara langsung dirasakan masyarakat.

Menurut Yasin, keterlibatan PWI dalam penyaluran air bersih berawal dari adanya keluhan warga di sejumlah kompleks permukiman yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika warga mengalami kesulitan mendapatkannya, kita semua tentu perlu mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Yasin.

Ia mengapresiasi berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah SBT, instansi vertikal dan pihak swasta yang telah memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat.

Namun, kebutuhan masyarakat terhadap air berlangsung setiap hari sehingga diperlukan keterlibatan lebih luas dari berbagai elemen untuk membantu warga yang terdampak.

Dorong Distribusi Lebih Terkoordinasi

PWI SBT juga mendorong agar penyaluran bantuan air bersih di wilayah Bula dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi dengan memperhatikan titik-titik permukiman yang paling membutuhkan.

Langkah tersebut dinilai penting agar bantuan tidak hanya terkonsentrasi di kawasan tertentu, tetapi dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar mengalami keterbatasan air.

PWI SBT berharap kegiatan sosial ini dapat menjadi bagian dari semangat gotong royong sekaligus mengajak organisasi masyarakat, dunia usaha, komunitas, maupun individu untuk bersama-sama membantu masyarakat selama musim kemarau.

“Ini bukan soal siapa yang paling banyak membantu, tetapi bagaimana kita bersama-sama hadir ketika masyarakat membutuhkan. Semoga semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu,” kata Yasin.

Air Bersih Merupakan Kebutuhan Dasar

Persoalan akses terhadap air bersih juga memiliki dimensi pelayanan dasar masyarakat. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air menempatkan pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari atas air sebagai bagian penting dalam pengelolaan sumber daya air.

Sementara itu, UUD 1945 Pasal 28H ayat (1) memberikan jaminan kepada setiap orang untuk memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Karena itu, penanganan keterbatasan air bersih membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, organisasi sosial dan berbagai elemen lainnya.

Di tengah kondisi tersebut, PWI SBT berharap bantuan air bersih yang disalurkan dapat sedikit meringankan beban warga Bula sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pers tidak hanya menjalankan fungsi pemberitaan dan kontrol sosial, tetapi dapat hadir bersama masyarakat dalam persoalan kemanusiaan sesuai kapasitasnya.

Ketua PWI Kabupaten Seram Bagian Timur

M. Yasin Kelderak

Editor: Bruce Elang