Sekda Papua Barat: Fakfak Membuktikan Perbedaan Agama Bisa Menjadi Kekuatan Perdamaian

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 24 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Sekda Papua Barat: Fakfak Membuktikan Perbedaan Agama Bisa Menjadi Kekuatan Perdamaian

Foto Istimewah KSI

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Pemerintah Provinsi Papua Barat menilai Kabupaten Fakfak telah menjadi simbol hidup toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Tanah Papua.

Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Papua Barat Drs. Ali Baham Temongmere, M.TP saat membacakan sambutan Gubernur Papua Barat dalam puncak Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua di Pulau Bonyom, Distrik Fakfak Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Ali Baham mengatakan sejarah masuknya agama Katolik di Papua menjadi bukti bahwa masyarakat Fakfak sejak awal memiliki karakter terbuka terhadap perbedaan.

Ia mengingatkan kembali sejarah kedatangan Pastor Cornelis Le Cocq d’Armandville di Kampung Sekru, Fakfak, pada 22 Mei 1894. Kedatangan misionaris tersebut, kata dia, diterima secara damai oleh masyarakat setempat dan kemudian menjadi titik awal berkembangnya misi Katolik di Papua.

“Fakfak menunjukkan kepada Indonesia bahkan dunia bahwa perbedaan agama bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk hidup bersama dalam damai,” kata Ali Baham.

Menurut dia, nilai toleransi yang tumbuh di Fakfak lahir bukan dari slogan politik, tetapi dari praktik hidup masyarakat yang diwariskan turun-temurun. Karena itu, pemerintah daerah memandang penting menjaga dan merawat warisan sejarah tersebut.

Ali Baham mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Barat mendukung pelestarian situs-situs sejarah keagamaan di Papua Barat, termasuk upaya dokumentasi perjalanan misi melalui penulisan sejarah dan pengembangan pusat sejarah misi di Papua.

Ia menilai, pelestarian sejarah menjadi penting agar generasi muda Papua memahami akar perjalanan sosial dan keagamaan di daerahnya sendiri.

“Sejarah ini harus dijaga agar anak-anak Papua tidak kehilangan jejak tentang bagaimana toleransi dan persaudaraan dibangun sejak awal,” ujarnya.

Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan umat, tokoh agama, tokoh adat, pimpinan gereja, serta unsur pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Papua Barat.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi Papua saat ini, pesan tentang toleransi yang digaungkan dari Fakfak dianggap menjadi pengingat bahwa harmoni antarumat beragama tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga kedamaian di Tanah Papua.
 

Writter : Rilis | Editor : Den