Bupati Samaun : Mehak Tuni Awal Kebangkitan Seni Fakfak, Ruang Kreatif Permanen Disiapkan untuk Generasi Muda
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Di tengah deretan lukisan yang merekam perjalanan "Fakfak Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa yang Akan Datang", Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP menyampaikan sebuah pesan yang melampaui sekadar apresiasi terhadap sebuah pameran. Bagi orang nomor satu di Kabupaten Fakfak itu, Galeri Pameran Mehak Tuni merupakan titik awal lahirnya gerakan kebudayaan yang harus terus hidup dan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda.
Saat meninjau seluruh karya yang dipamerkan, Samaun tampak beberapa kali berhenti untuk mengamati detail lukisan dan berdialog dengan para peserta. Ia melihat karya-karya tersebut bukan hanya sebagai ekspresi artistik, melainkan juga sebagai gambaran kecintaan anak-anak muda terhadap sejarah, identitas, dan masa depan daerahnya.
"Saya sangat mengapresiasi pameran ini. Ini sejalan dengan visi pembangunan yang sedang kami jalankan. Saya ingin anak-anak muda Fakfak tampil luar biasa, percaya diri, dan menjadi generasi yang mampu melanjutkan estafet pembangunan daerah melalui kreativitas mereka," ujar Samaun.
Menurut Bupati, pembangunan daerah tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Daerah juga harus membangun ruang-ruang yang mampu melahirkan ide, kreativitas, dan inovasi dari generasi muda.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Fakfak telah menyiapkan konsep ruang terbuka kreatif yang nantinya menjadi panggung permanen bagi para seniman lokal untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka kepada masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Fakfak.
"Kerja pemerintah tidak selesai setelah pameran ini ditutup. Kami ingin karya-karya mereka terus hidup, terus dilihat, dan terus diapresiasi. Karena itu pemerintah akan menghadirkan ruang publik yang dapat dimanfaatkan setiap waktu sebagai galeri terbuka bagi seniman muda Fakfak," katanya.
Ia meyakini bahwa dukungan pemerintah terhadap dunia seni akan melahirkan talenta-talenta baru yang mampu membawa nama Fakfak lebih dikenal melalui jalur kebudayaan.
Bupati juga mengapresiasi peran Dinas Pariwisata dan seluruh pihak yang telah memberikan ruang bagi para pelajar dan komunitas kreatif untuk mengekspresikan kemampuan mereka. Menurutnya, investasi terbesar daerah sesungguhnya berada pada kualitas sumber daya manusia yang memahami akar budayanya sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Kalau pemerintah hadir mendukung mereka secara serius, saya yakin akan lahir seniman-seniman hebat dari Fakfak. Mereka bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu memperkenalkan identitas Fakfak kepada Indonesia bahkan dunia," ungkapnya.
Pameran Mehak Tuni akhirnya tidak hanya menjadi ruang memamerkan karya seni. Di mata Pemerintah Kabupaten Fakfak, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan kebudayaan kini ditempatkan sejajar dengan pembangunan sektor-sektor strategis lainnya. Sebab, di balik setiap lukisan, tersimpan harapan agar generasi muda tetap menjaga sejarah, merawat identitas, dan menatap masa depan dengan kreativitas yang terus bertumbuh.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook