EcoNusa Perkuat Hilirisasi Pala Tomandin, Kadis Perkebunan Fakfak Tegaskan KUPS Jadi Motor Baru Ekonomi Rakyat

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 06 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

EcoNusa Perkuat Hilirisasi Pala Tomandin, Kadis Perkebunan Fakfak Tegaskan KUPS Jadi Motor Baru Ekonomi Rakyat

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Upaya membangun industri pala dari hulu hingga hilir terus diperkuat di Kabupaten Fakfak. Yayasan EcoNusa, bekerja sama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Unit XVI Fakfak dan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, menggelar Pelatihan Literasi Usaha dan Pengelolaan Keuangan bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) selama tiga hari, 6–8 Agustus 2026, di Hotel Grand Fakfak.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi besar memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat berbasis perhutanan sosial sekaligus mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah, Pala Tomandin Fakfak. Lima KUPS binaan yang berasal dari Kampung Offie, Pangwadar, Mananmur, Wartutin, dan Sipatnanam dipersiapkan menjadi pelaku usaha yang mandiri, profesional, dan mampu menghasilkan produk pala bernilai tambah yang kompetitif di pasar.

Selama pelatihan, para peserta memperoleh pembekalan mengenai literasi keuangan, penyusunan pembukuan sederhana, penyusunan rencana bisnis (business plan), manajemen produksi, strategi pemasaran, hingga penguatan tata kelola kelembagaan usaha. Materi tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengelola usaha secara transparan, akuntabel, efisien, dan berkelanjutan sehingga mampu berkembang menjadi pilar ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., yang hadir sebagai narasumber utama, memaparkan arah pengembangan komoditas pala di Kabupaten Fakfak. Menurutnya, pembangunan sektor pala tidak lagi semata-mata berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi diarahkan pada pembentukan rantai nilai yang utuh, mulai dari penyediaan bibit unggul, pendampingan petani melalui Program GERTAK, penerapan standar mutu pascapanen, pengolahan hasil, penguatan merek dan Indikasi Geografis (IG), hingga perluasan akses pemasaran.

Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut merupakan implementasi Program Strategis Pala Unggul Fakfak, yang menjadi salah satu instrumen penting Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam mewujudkan visi Fakfak Membara melalui pembangunan ekonomi berbasis komoditas lokal yang bernilai tinggi.

"Hilirisasi menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya menjual bahan baku, tetapi mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan," ujar Widhi.

Kolaborasi yang dibangun antara Yayasan EcoNusa, KPHK Unit XVI Fakfak, dan Dinas Perkebunan Fakfak tidak berhenti pada pelatihan. Sinergi tersebut juga diarahkan pada penguatan kapasitas kelembagaan KUPS, peningkatan kualitas sumber daya manusia, fasilitasi pembiayaan, pembangunan kemitraan usaha, penyediaan sarana pascapanen, hingga pengembangan produk olahan yang mampu menembus pasar regional maupun nasional.

Hasil pendampingan mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Salah satu produk olahan pala hasil binaan Yayasan EcoNusa kini telah dipasarkan melalui Outlet Bandara Deo Sorong, menjadikannya etalase promosi produk unggulan Papua Barat kepada wisatawan, pelaku usaha, dan masyarakat luas. Kehadiran produk tersebut menjadi langkah awal memperluas akses pasar sekaligus memperkuat citra Pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas premium dengan kualitas yang semakin diakui.

Widhi menyampaikan apresiasi atas komitmen Yayasan EcoNusa yang selama ini konsisten mendampingi kelompok-kelompok usaha perhutanan sosial di Fakfak.

"Kami mengapresiasi peran Yayasan EcoNusa yang terus memperkuat kapasitas kelompok usaha masyarakat. Pendampingan seperti ini sangat penting agar KUPS mampu menghasilkan produk unggulan yang berkualitas, memiliki daya saing tinggi, serta memberikan nilai tambah bagi petani dan masyarakat. Kami berharap outlet yang telah dibangun tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi berkembang menjadi pusat pemasaran produk-produk lokal Papua yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi berbasis sumber daya lokal," katanya.

Ke depan, ketiga pihak berkomitmen memperluas pendampingan melalui peningkatan mutu produk, pengembangan rumah produksi, penyediaan fasilitas pascapanen, digitalisasi usaha, penguatan akses pembiayaan, serta perluasan jaringan pemasaran. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan KUPS yang tangguh sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat berbasis perhutanan sosial.

Dengan fondasi kelembagaan yang semakin kuat dan dukungan kolaborasi lintas sektor, hilirisasi Pala Tomandin Fakfak diyakini akan semakin cepat berkembang. Bukan sekadar meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal, tetapi juga memperkokoh posisi Fakfak sebagai pusat pengembangan pala unggulan Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan, dan menjadi kebanggaan Papua Barat.
 

Writter & Editor : Den