Karnaval Budaya Festival Pesona Meti Kei 2026 Resmi Dilepas Wabup Charlos, Langgur Bergemuruh dalam Semangat Pelestarian Budaya
LANGGUR, Kabarsulselindonesia.web.id – Semarak budaya mewarnai kawasan Balai Desa Langgur, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Minggu (19/10/2026). Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, melepas peserta Karnaval Budaya yang digelar dalam rangka memeriahkan *Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026*
Peserta karnaval memulai perjalanan dari depan Balai Desa Langgur dan berakhir di Taman Landmark Kota Langgur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempromosikan kekayaan budaya daerah sekaligus memperkuat identitas masyarakat Kepulauan Kei.
Karnaval budaya tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk menampilkan keberagaman tradisi, kreativitas, dan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui kegiatan tersebut, Festival Pesona Meti Kei 2026 diharapkan mampu memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap budaya daerah serta meningkatkan daya tarik pariwisata Maluku Tenggara.
Budaya dan Pariwisata sebagai Identitas Daerah**
Penyelenggaraan karnaval budaya menjadi momentum penting untuk memperkenalkan karakter dan kekayaan budaya Kei kepada masyarakat luas, termasuk para pengunjung yang datang untuk menyaksikan rangkaian Festival Pesona Meti Kei.
Selain melestarikan tradisi, kegiatan semacam ini juga membuka peluang bagi tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelaku seni, komunitas budaya, serta sektor jasa pariwisata berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas festival.
Karena itu, keberlanjutan Festival Pesona Meti Kei membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas adat, pelaku usaha, generasi muda, hingga seluruh elemen masyarakat.
Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar festival tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi sarana promosi daerah yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan warga.
Menjaga Warisan Leluhur, Membangun Masa Depan Kei*
Karnaval Budaya dalam rangka Festival Pesona Meti Kei 2026 juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian identitas budaya lokal.
Kekayaan alam dan tradisi masyarakat Kei merupakan modal penting bagi pembangunan daerah. Namun, pengembangan pariwisata perlu berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, penghormatan terhadap adat istiadat, serta pemberdayaan masyarakat setempat.
Dengan semangat kebersamaan, Festival Pesona Meti Kei diharapkan semakin memperkuat posisi Maluku Tenggara sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya dan potensi pariwisata unggulan di Maluku.
Pelepasan peserta karnaval oleh Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang mengajak masyarakat untuk terus menjaga warisan leluhur sekaligus memperkenalkan pesona Kepulauan Kei kepada dunia.
Budaya tetap lestari, pariwisata semakin berkembang, dan kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan bersama.**
Editor: Bruce Elang




























Komentar via Facebook