Yowan Tantang Pemkab Mimika Buka Fakta Inflasi: "Jangan Klaim Turun Jika Rakyat Masih Menjerit"
Yowan Tantang Pemkab Mimika Buka Fakta Inflasi: "Jangan Klaim Turun Jika Rakyat Masih Menjerit"
TIMIKA, PAPUA TENGAH Kabarsulselindonesia.web.id – Politisi Papua, Yowan, melontarkan kritik keras terhadap klaim mengenai kondisi inflasi di Kabupaten Mimika. Menurutnya, realitas yang dirasakan masyarakat justru menunjukkan tekanan ekonomi yang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir, sehingga pemerintah diminta tidak hanya berpatokan pada angka statistik, tetapi juga melihat langsung kondisi di lapangan.04/08/2026
"Menurut saya, tren yang dirasakan masyarakat justru naik selama tiga tahun berturut-turut, bukan turun. Kalau ingin memastikan data inflasi benar-benar mencerminkan keadaan, mari kita cocokkan dengan fakta di lapangan," tegas Yowan.
Ia menilai ukuran keberhasilan pengendalian inflasi tidak cukup hanya disampaikan melalui laporan atau presentasi pemerintah. Yang lebih penting adalah apakah masyarakat masih mampu memenuhi kebutuhan pokok dengan penghasilan yang dimiliki.
Yowan meminta pemerintah turun langsung melakukan pengecekan terhadap sektor-sektor yang paling memengaruhi pengeluaran masyarakat, mulai dari harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, toko sembako, distribusi BBM seperti minyak tanah, solar, dan bensin, hingga ongkos transportasi yang menjadi beban utama masyarakat Mimika.
"Datangi pasar, toko sembako, agen minyak tanah, solar dan bensin. Lihat juga biaya transportasi. Di situlah masyarakat merasakan langsung apakah harga benar-benar turun atau justru terus naik. Jangan hanya mengandalkan data di atas meja," katanya.
Selain persoalan harga, Yowan juga menyoroti perlambatan perputaran uang di Mimika yang menurutnya semakin memperburuk daya beli masyarakat. Ia menyebut lesunya aktivitas ekonomi menjadi salah satu penyebab pedagang mengeluhkan penurunan omzet, sementara masyarakat semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, apabila pemerintah yakin data inflasi sudah akurat, maka data tersebut harus diuji dengan kondisi nyata di lapangan. Perbandingan antara laporan resmi dan fakta yang dirasakan masyarakat akan menunjukkan apakah kebijakan pengendalian inflasi benar-benar efektif.
"Kita akan menemukan jawabannya jika data tren inflasi dibandingkan dengan kondisi riil di lapangan. Jangan sampai angka terlihat baik, tetapi rakyat tetap hidup dalam tekanan ekonomi," ujar Yowan.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Mimika lebih terbuka terhadap kritik serta menjadikan kondisi masyarakat sebagai indikator utama dalam mengevaluasi kebijakan ekonomi daerah.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook