Dinas Perkebunan Fakfak Ajak Petani dan Gen Z Masuk Laboratorium Hayati, Kenali Ancaman bagi Pala Tomandin

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 15 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dinas Perkebunan Fakfak Ajak Petani dan Gen Z Masuk Laboratorium Hayati, Kenali Ancaman bagi Pala Tomandin

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan mengajak petani Pala Tomandin dan generasi Z, khususnya pelajar, mengunjungi Laboratorium Hayati Penanganan Hama dan Penyakit Tanaman Perkebunan. Langkah ini bertujuan memperluas pengetahuan masyarakat tentang kesehatan tanaman, sekaligus mendorong penanganan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang lebih tepat dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak melalui Penanggung Jawab Laboratorium Hayati, Agustinus Bungyanan, menjelaskan bahwa laboratorium tersebut bukan sekadar tempat mengenali hama dan penyakit. Fasilitas ini juga menjadi ruang pembelajaran, pengamatan, konsultasi teknis, dan pengembangan pengetahuan bagi masyarakat yang ingin memahami persoalan tanaman perkebunan.

Menurut Agustinus, kemampuan mengidentifikasi penyebab gangguan tanaman menjadi langkah penting sebelum petani menentukan tindakan pengendalian. Daun menguning, tanaman layu, batang rusak, atau pertumbuhan terhambat tidak selalu menunjukkan serangan hama dan penyakit. Gejala serupa dapat dipicu kekurangan unsur hara, kekeringan, kerusakan akar, kondisi tanah, maupun faktor lingkungan.

Kesalahan mengenali penyebab gangguan berisiko membuat penanganan tidak tepat sasaran. Karena itu, petani perlu memahami jenis organisme yang menyerang, gejala yang ditimbulkan, serta metode pengendalian yang sesuai. Pengamatan dan konsultasi teknis di laboratorium diharapkan membantu petani mengambil keputusan berdasarkan identifikasi, bukan semata-mata perkiraan.

Agustinus juga mengakui bahwa tim Brigade Pala selama ini telah turun ke lapangan, tetapi pelaksanaannya belum optimal. Kondisi tersebut memperkuat pentingnya pemanfaatan laboratorium sebagai sarana pendukung bagi petani untuk memperoleh informasi dan berkonsultasi ketika menemukan gejala gangguan pada tanaman pala.

Bagi pelajar dan generasi Z, kunjungan ke laboratorium menjadi kesempatan untuk mengenal ilmu perlindungan tanaman secara langsung. Mereka dapat mempelajari perbedaan organisme yang merugikan dan yang bermanfaat bagi lingkungan, sekaligus mengenal peluang di bidang teknologi pertanian, penelitian hayati, penyuluhan, dan kewirausahaan perkebunan.

Edukasi ini juga relevan dengan upaya menjaga keberlanjutan Pala Tomandin sebagai salah satu komoditas unggulan Fakfak. Pemahaman tentang identifikasi dan pengendalian OPT yang tepat dapat membantu mengurangi risiko kerusakan tanaman, menjaga potensi produksi, serta mendukung kualitas hasil perkebunan.

Dinas Perkebunan Fakfak mengajak masyarakat, terutama petani pala dan pelajar, memanfaatkan keberadaan Laboratorium Hayati sebagai tempat belajar dan berkonsultasi. Semakin baik pengetahuan masyarakat tentang kesehatan tanaman, semakin besar peluang membangun pengelolaan kebun yang produktif, berkelanjutan, dan didukung generasi muda yang peduli terhadap masa depan perkebunan Fakfak.

 

Writter & Editor : Den