Anak Negeri Kepung Dua Kantor INPEX Serentak: "Buka Kontrak Blok Masela atau Hadapi Gelombang Protes"

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 30 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Anak Negeri Kepung Dua Kantor INPEX Serentak:

Anak Negeri Kepung Dua Kantor INPEX Serentak: "Buka Kontrak Blok Masela atau Hadapi Gelombang Protes"

Tanimbar, Kabarsulselindonesia.web.id – Gelombang protes terhadap pengelolaan Proyek Strategis Nasional Blok Masela dipastikan memuncak pada Senin, 6 Juli 2026. Ribuan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyatakan akan menggelar aksi damai secara serentak di Kantor INPEX Cabang Saumlaki dan Kantor Pusat INPEX di Jakarta.

Koordinator aksi berinisial CL menegaskan, demonstrasi tersebut merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat yang selama bertahun-tahun merasa belum menikmati manfaat nyata dari proyek migas raksasa yang digadang-gadang akan mengubah wajah ekonomi Maluku.

  "Kami dipaksa menjadi penonton di tanah sendiri. Sudah terlalu lama kami menunggu, tapi yang kami lihat hanya janji demi janji," tegas CL melalui sambungan telepon.»

Menurutnya, selama lima tahun terakhir nama Blok Masela terus digaungkan sebagai proyek masa depan Indonesia. Namun, masyarakat Tanimbar mempertanyakan sejauh mana putra-putri daerah benar-benar dilibatkan.

"Silakan tunjukkan, berapa anak Tanimbar yang bekerja sebagai engineer? Perusahaan lokal mana yang dipercaya mengerjakan tender bernilai miliaran rupiah? Jangan hanya menjadikan masyarakat sebagai penonton di kampung halamannya sendiri," ujarnya.

CL juga mengkritik proses yang dinilai kurang transparan dalam pelibatan pelaku usaha lokal.

"Kalau untuk pekerjaan bernilai ratusan juta rupiah saja perusahaan lokal mengaku menghadapi berbagai kesulitan, bagaimana kami bisa yakin proyek bernilai triliunan dolar benar-benar berpihak kepada anak negeri?" katanya.

Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan, di antaranya meminta INPEX membuka informasi mengenai Production Sharing Contract (PSC) Blok Masela, dokumen terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta daftar perusahaan lokal asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang telah memperoleh pekerjaan atau kontrak dalam proyek tersebut.

"Kalau semuanya transparan, kami akan ikut menjaga proyek ini. Tetapi kalau terus tertutup, masyarakat berhak mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi," ujar CL.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya masih membuka ruang dialog dengan perusahaan.

"Pilihan INPEX hanya dua. Buka pintu dialog, duduk bersama masyarakat, lalu buat komitmen tertulis di atas materai. Jika itu dilakukan, 6 Juli akan dikenang sebagai hari lahirnya kepercayaan baru. Tetapi jika pintu tetap ditutup, maka tanggal itu akan menjadi awal babak baru perjuangan sipil masyarakat Tanimbar," tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak INPEX Cabang Saumlaki maupun INPEX Pusat belum memberikan keterangan resmi terkait rencana aksi maupun tuntutan yang disampaikan oleh massa.

Catatan Redaksi: Aksi ini oleh penyelenggara diklaim akan berlangsung secara damai dan mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Penyelenggara juga menyatakan telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada Polres Kepulauan Tanimbar dan Polda Metro Jaya.

Penulis: JCS

Editor: Bruce Elang