Lurah Fakfak Selatan Gerak Cepat Hadapi Krisis Air Bersih, 167 Drum 200 Liter Disalurkan untuk Warga
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Musim kemarau yang tengah melanda Kabupaten Fakfak mulai berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Bagi sebagian warga, air tidak lagi sekadar kebutuhan harian, melainkan sumber daya yang harus dikelola dengan cermat agar tetap tersedia untuk keluarga.
Berangkat dari kondisi tersebut, Kepala Kelurahan Fakfak Selatan, Sazkia Madu, S.Sos., M.H., mengawal penyaluran 167 drum plastik berkapasitas 200 liter kepada masyarakat sebagai upaya memperkuat cadangan air bersih di tingkat rumah tangga. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga menyalurkan 10 unit mesin babat rumput untuk mendukung kebersihan lingkungan di wilayah kelurahan.
Dalam laporannya pada kegiatan penyerahan bantuan, Sazkia menjelaskan bahwa 167 drum air didistribusikan kepada masyarakat yang tersebar di 21 Rukun Tetangga (RT). Penyaluran dilakukan secara bertahap agar manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga.
"Tahun lalu bantuan telah diberikan kepada RT 1, RT 2, dan RT 3. Tahun ini kami melanjutkannya untuk RT 4, RT 5, dan RT 6. Kami berharap pada tahap berikutnya seluruh RT dapat memperoleh manfaat yang sama," ujar Sazkia.
Menurutnya, bantuan drum air menjadi sangat penting mengingat Fakfak sedang menghadapi musim kemarau yang menyebabkan kebutuhan masyarakat terhadap tempat penyimpanan air bersih meningkat. Dengan kapasitas 200 liter, drum tersebut diharapkan mampu membantu keluarga menyimpan cadangan air untuk kebutuhan sehari-hari ketika pasokan air tidak berjalan secara optimal.
Selain bantuan drum air, Kelurahan Fakfak Selatan juga menerima 10 unit mesin babat rumput. Sazkia mengatakan jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan seluruh RT. Karena itu, pihaknya berharap adanya tambahan bantuan pada masa mendatang agar setiap lingkungan memiliki sarana yang memadai untuk menjaga kebersihan kawasan permukiman.
"Mesin babat rumput ini akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan gotong royong dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama menjelang berbagai kegiatan pada bulan Agustus. Lingkungan yang bersih akan menciptakan kenyamanan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat," katanya.
Sazkia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari sejauh mana bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Karena itu, pihak kelurahan akan terus berkoordinasi dengan para ketua RT dan tokoh masyarakat agar seluruh bantuan digunakan sesuai peruntukannya dan dirawat sebagai aset bersama.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Fakfak Selatan. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bukti bahwa kebutuhan dasar warga, khususnya akses terhadap air bersih dan lingkungan yang sehat, tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
"Bantuan ini bukan hanya tentang drum dan mesin babat rumput. Yang lebih penting adalah hadirnya solusi bagi masyarakat di tengah musim kemarau. Kami berharap seluruh warga memanfaatkan dan merawat bantuan ini dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujar Sazkia.
Melalui penyaluran 167 drum plastik berkapasitas 200 liter dan 10 mesin babat rumput, Pemerintah Kelurahan Fakfak Selatan berharap daya tahan masyarakat menghadapi musim kemarau semakin baik, budaya gotong royong semakin kuat, dan kualitas lingkungan permukiman terus meningkat. Di tengah tantangan keterbatasan air bersih, langkah-langkah sederhana yang langsung menyentuh kebutuhan warga menjadi fondasi penting bagi terciptanya pelayanan publik yang efektif dan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook