Beras Pemerintah Turun ke Fakfak, Bupati Samaun: Bantuan Harus Tepat Sasaran, Ketahanan Pangan Harus Dibangun

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 14 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Beras Pemerintah Turun ke Fakfak, Bupati Samaun: Bantuan Harus Tepat Sasaran, Ketahanan Pangan Harus Dibangun

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Karung-karung beras tersusun di Gudang Bulog di Jalan Cenderawasih, Puncak Fakfak, Jumat pagi, 14 Agustus 2026. Di tempat itu, Pemerintah Kabupaten Fakfak secara resmi memulai penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah untuk bantuan pangan beras kepada masyarakat yang menjadi sasaran program.

Bagi Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP bantuan pangan bukan sekadar distribusi beras dari gudang pemerintah ke rumah-rumah warga. Program tersebut, menurut dia, merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah ketika masyarakat menghadapi tekanan kebutuhan hidup sekaligus bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan.

“Pangan merupakan kebutuhan dasar dan hak setiap warga negara,” kata Samaun dalam sambutannya pada acara launching penyaluran bantuan pangan beras tersebut.

Karena itu, pemerintah, kata dia, memiliki tanggung jawab memastikan pangan tersedia dalam jumlah yang cukup, aman, bermutu, dan terjangkau. Bantuan pangan menjadi salah satu instrumen untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjaga, terutama bagi keluarga yang membutuhkan dukungan pemerintah.

Namun Samaun mengingatkan, ukuran keberhasilan program tidak berhenti pada berapa banyak beras yang disalurkan.

Ia meminta seluruh jajaran yang terlibat memastikan bantuan diterima oleh orang yang tepat, dalam jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat, serta melalui proses yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan sampai ada masyarakat yang berhak menerima tetapi tidak mendapatkan bantuan, dan jangan pula terjadi penyalahgunaan dalam proses penyalurannya,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting karena bantuan sosial bukan sekadar urusan administratif. Di balik setiap karung beras terdapat kebutuhan sebuah keluarga. Karena itu, akurasi data penerima dan ketertiban distribusi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab pemerintah.

Samaun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari jajaran Pemerintah Kabupaten Fakfak, Perum Bulog, pemerintah distrik, pemerintah kampung dan kelurahan, hingga seluruh petugas yang bekerja dalam proses pendataan dan penyaluran.

Ia meminta koordinasi antarlembaga terus diperkuat agar program pemerintah benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Dari Bantuan Menuju Kemandirian

Ada satu pesan yang lebih jauh dari sekadar penyaluran beras dalam pidato Samaun: bantuan pangan tidak boleh menjadi tujuan akhir.

Fakfak, kata dia, memiliki sumber pangan yang beragam. Pertanian, perkebunan, perikanan, dan berbagai pangan lokal merupakan modal besar yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Potensi tersebut harus kita kelola bersama agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi ke depan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya,” katanya.

Pernyataan itu menempatkan bantuan pangan dalam kerangka yang lebih luas. Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi pada saat yang sama pemerintah juga dituntut membangun fondasi agar ketergantungan terhadap bantuan dapat berkurang.

Dengan kata lain, beras yang disalurkan hari ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat sekarang. Sedangkan penguatan produksi pangan lokal merupakan investasi untuk kebutuhan masyarakat Fakfak di masa mendatang.

Di titik itulah kebijakan perlindungan sosial bertemu dengan agenda pembangunan ekonomi masyarakat.

Samaun menegaskan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan masyarakat, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Negara Hadir dari Gudang Bulog

Acara launching di halaman Gudang Bulog itu memperlihatkan satu mata rantai penting dalam kebijakan pangan: pemerintah pusat melalui cadangan pangan, Bulog sebagai bagian dari sistem penyediaan dan distribusi, serta pemerintah daerah yang memastikan bantuan sampai kepada masyarakat.

Kehadiran kepala distrik, lurah dan kepala kampung dalam proses tersebut juga menunjukkan bahwa keberhasilan distribusi pada akhirnya sangat bergantung pada ketepatan pelaksanaan di lapangan.

Bagi pemerintah daerah, tantangannya bukan hanya memastikan bantuan tersedia, tetapi memastikan tidak ada warga yang seharusnya menerima justru terlewat dari pendataan.

Samaun meminta masyarakat penerima memanfaatkan bantuan beras tersebut untuk kebutuhan keluarga dan tidak menyalahgunakannya.

Pemerintah Kabupaten Fakfak, kata dia, akan terus berupaya menghadirkan program perlindungan sosial sekaligus pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari komitmen membangun kesejahteraan.

Pesannya sederhana, tetapi memiliki arah yang panjang: pemerintah membantu masyarakat menghadapi kebutuhan hari ini, sembari membangun kemampuan masyarakat agar lebih kuat menghadapi hari esok.

Di halaman Gudang Bulog Puncak Fakfak itu, penyaluran cadangan pangan pemerintah pun secara resmi dimulai.

Beras bergerak dari gudang menuju masyarakat.

Tetapi bagi Pemerintah Kabupaten Fakfak, pekerjaan yang lebih besar justru berada setelahnya: memastikan bantuan tepat sasaran, menjaga ketahanan pangan, memperkuat produksi lokal, dan perlahan membawa masyarakat dari posisi sebagai penerima bantuan menuju masyarakat yang semakin mandiri.

“Semoga bantuan ini memberikan manfaat, meringankan beban masyarakat, serta menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Fakfak yang semakin sejahtera, mandiri dan bermartabat,” kata Samaun.

 

Writter & Editor : Den