KNPI Bukan Arena Pecah Balah,Afdol Yeubun Serukan Persatuan di Tengah Memanasnya Musda
KNPI Bukan Arena Pecah Balah,Afdol Yeubun Serukan Persatuan di Tengah Memanasnya Musda
Langgur Kabarsulselindonesia.web.id – Di tengah memanasnya kontestasi Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Maluku Tenggara 2026, Ketua Tim Pemenangan salah satu bakal calon Ketua KNPI Malra, Afdol Yeubun, mengapresiasi jalannya tahapan Musda yang dinilai berlangsung terbuka dan demokratis.
Usai proses pengembalian berkas bakal calon Ketua DPD KNPI Maluku Tenggara, Sabtu (13/6/2026), Afdol menegaskan bahwa seluruh tahapan yang dilaksanakan oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) bersama Caretaker DPD KNPI Maluku Tenggara telah berjalan dengan baik dan patut diapresiasi.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada TPP dan Caretaker DPD KNPI Maluku Tenggara yang telah mengawal proses Musda secara terbuka dan demokratis. Ini membuktikan bahwa KNPI Maluku Tenggara masih mampu menjaga marwah organisasi dan memberikan ruang yang sama kepada setiap kader terbaik untuk berkompetisi secara sehat," kata Afdol.
Menurutnya, KNPI tidak boleh direduksi hanya menjadi arena perebutan jabatan atau kepentingan kelompok tertentu. Organisasi kepemudaan terbesar itu harus tetap menjadi rumah bersama yang menghimpun kekuatan pemuda untuk mengawal pembangunan daerah dan menjadi mitra kritis pemerintah.
"KNPI bukan milik kelompok tertentu dan bukan pula sekadar panggung perebutan kekuasaan. KNPI adalah rumah besar pemuda yang harus menjadi wadah pemersatu sekaligus kekuatan moral dalam mengawal pembangunan daerah," tegasnya.
Afdol mengingatkan seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) agar tidak terjebak dalam rivalitas yang berpotensi memecah belah persaudaraan antarpemuda hanya karena perbedaan pilihan politik di Musda.
Menurutnya, kontestasi kepemimpinan harus dimaknai sebagai pertarungan gagasan, bukan pertarungan yang melahirkan permusuhan.
"Jangan sampai Musda KNPI yang sejatinya merupakan pesta demokrasi pemuda justru berubah menjadi sumber perpecahan. Tidak boleh ada chaos. Tidak boleh ada kelompok yang merasa paling benar. Semua pihak harus menempatkan persatuan dan semangat ain ni ain di atas segala kepentingan," ujarnya.
Ia menegaskan, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Maluku Tenggara harus mendapat dukungan dari seluruh elemen pemuda. Sebab, tantangan yang dihadapi generasi muda ke depan jauh lebih besar dibanding sekadar persaingan dalam Musda.
"Musda akan berakhir, tetapi persaudaraan sesama pemuda Maluku Tenggara harus tetap abadi. Jangan karena kursi Ketua KNPI, kita mengorbankan persatuan yang selama ini terbangun. Pemuda harus menunjukkan kedewasaan politik dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," tandasnya.
Musyawarah Daerah DPD KNPI Maluku Tenggara dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2026. Dengan hadirnya lebih dari satu kandidat, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana para pemuda Maluku Tenggara mampu membuktikan bahwa KNPI adalah arena adu gagasan, bukan medan pertarungan yang mengorbankan persatuan.
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook