Kolaborasi Peduli: Pemkot Ambon Serahkan Bantuan Bencana & Buka Rekening Pelajar SMP 7 Ambon
Ambon, Kabarsulsel-lndonesia.web.id | Pemerintah Kota Ambon menggelar Apel Pagi yang penuh makna di halaman Balaikota Ambon, Senin (12/10/2026). Dipimpin langsung oleh Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si, kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial bagi korban bencana serta program edukasi keuangan bagi pelajar.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala OJK Provinsi Maluku Harmaein Bilardi, jajaran Sinarmas Cabang Ambon, Sekretaris Daerah Kota Ambon, para pimpinan OPD, seluruh ASN lingkungan Pemkot Ambon, perwakilan penerima bantuan bencana, serta siswa-siswi SMP Negeri 7 Ambon.
Edukasi Menabung untuk Generasi Muda
Dalam sambutannya, Wali Kota menyambut baik kolaborasi antara Pemerintah Kota Ambon, OJK, dan PT Bank Sinarmas Cabang Ambon yang kembali membuka akses rekening bagi 735 siswa SMP Negeri 7 Ambon. Langkah ini merupakan kelanjutan komitmen bersama meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kota Ambon.
"Kerja sama ini bukan sekadar pembukaan rekening, tetapi edukasi nyata bahwa menabung itu penting sejak dini. Menabung Rp5.000 sehari atau Rp10.000 seminggu — tidak harus besar, yang adalah konsisten. Itulah fondasi masa depan mereka," tegas Bodewin.
Ia juga mengapresiasi pencapaian Kota Ambon yang meraih prestasi juara umum dalam ajang Financial Literacy Award (FLA) berkat sinergi yang dibangun bersama OJK melalui program TPAKD.
Bantuan Stimulan Bencana: Hadir di Tengah Kesulitan
Pada kesempatan yang sama, Pemkot Ambon menyerahkan dana stimulan kepada warga yang rumahnya hangus terbakar, terdampak longsor, atau pohon tumbang di berbagai titik sepanjang beberapa pekan terakhir.
"Bantuan ini mungkin tidak mengganti seluruh kerugian Bapak Ibu alami. Namun, ini adalah bukti nyata: pemerintah hadir, negara peduli, dan kita tidak membiarkan saudara kita jatuh sendirian," ujar Wali Kota dengan nada tulus.
Lebih jauh, Bodewin mengungkapkan kebijakan strategis: mulai tahun 2027, nilai bantuan stimulan akan dinaikkan dari Rp15 juta menjadi Rp20–25 juta per keluarga terdampak, menyesuaikan tingkat inflasi dan kebutuhan warga saat ini.
Siaga Kebakaran: Kemarau Masih Panjang, Kita Harus Bersama
Di bagian arahan yang paling mendesak, Wali Kota Ambon menyampaikan peringatan keras terkait situasi iklim yang mengkhawatirkan:
"Sejak 1 Oktober hingga kemarin saja tercatat 34 titik kebakaran. Belum termasuk kejadian sepanjang bulan September. BMKG memprediksi hujan baru akan turun sekitar bulan Maret 2027. Artinya — kita masih punya sekitar enam bulan lagi menghadapi musim kemarau berkepanjangan."
Debit air menurun drastis, kabut asap mulai terasa, dan api terus berulang di Gunung Nona, Latuhalat, hingga kawasan lain. Bodewin menegaskan:
-Seluruh ASN menjadi garda terdepan menyampaikan pesan keselamatan ke lingkungan masing-masing.
-Dilarang keras membakar sampah sembarangan. Satu puntung rokok yang dibuang sembarangan bisa membakar hutan dan lahan kita.
-Distribusi masker akan segera dilakukan melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan ke seluruh sekolah untuk melindungi anak-anak dari paparan asap.
-Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada Damkar, BPBD, Satpol PP, call center 112, dan seluruh masyarakat yang bahu-membahu menjinakkan api di tengah keterbatasan.
"Kita boleh merasa cemas, itu manusiawi. Tapi yang lebih penting dari rasa cemas adalah tindakan kita bersama. Cemas tanpa tindakan hanya akan membuat kita lemah. Mari saling ingat, saling jaga, dan saling bantu. Ambon Manise yang kita cintai ini, tanggung jawab kita bersama," pungkas Bodewin.
(M.N)

























Komentar via Facebook