Kabid Humas Polda Kalbar Ingatkan Modus Penipuan Berkedok Pejabat Polri, Masyarakat Diminta Jangan Sampai Tertipu

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 07 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kabid Humas Polda Kalbar Ingatkan Modus Penipuan Berkedok Pejabat Polri, Masyarakat Diminta Jangan Sampai Tertipu

Kabid Humas Polda Kalbar Ingatkan Modus Penipuan Berkedok Pejabat Polri, Masyarakat Diminta Jangan Sampai Tertipu

Pontianak, Tribunnusantara-web.id  – Polda Kalimantan Barat mengeluarkan peringatan tegas kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan yang mencatut nama pejabat Polri. Oknum pelaku diduga memanfaatkan momentum pergantian pejabat untuk membangun kepercayaan korban, lalu melancarkan aksinya dengan meminta uang, bantuan, atau berbagai fasilitas.07/07/2026

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa masyarakat jangan mudah percaya terhadap telepon, pesan singkat, maupun komunikasi melalui media sosial yang mengatasnamakan pejabat Polda Kalbar. Menurutnya, setiap informasi yang diterima harus dipastikan kebenarannya melalui jalur resmi.

  "Jangan mudah percaya kepada siapa pun yang mengaku sebagai pejabat Polda Kalbar dan meminta uang atau bantuan. Pastikan terlebih dahulu identitas serta kebenaran informasi tersebut sebelum mengambil keputusan," tegas Bambang, Selasa (7/7).

Ia menjelaskan, pelaku penipuan biasanya memanfaatkan nama besar institusi Polri untuk meyakinkan calon korban. Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru merespons setiap permintaan yang diterima melalui telepon maupun aplikasi pesan instan.

Polda Kalbar mengimbau masyarakat agar selalu melakukan verifikasi kepada kantor kepolisian terdekat atau melalui Call Center Polri 110 yang beroperasi selama 24 jam apabila menerima komunikasi yang mencurigakan.

  "Momentum pergantian pejabat sering dimanfaatkan oleh oknum untuk menjalankan modus penipuan. Jangan lengah. Lakukan verifikasi dan segera laporkan apabila menemukan indikasi penipuan yang mengatasnamakan institusi Polri," tambahnya.

Selain itu, Polda Kalbar mengajak masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta berperan aktif melaporkan setiap dugaan penipuan yang mencatut nama pejabat maupun institusi kepolisian.

Polda Kalbar menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat merupakan benteng utama dalam memutus ruang gerak pelaku penipuan. Dengan budaya verifikasi sebelum percaya, masyarakat diharapkan tidak mudah menjadi korban kejahatan yang memanfaatkan nama baik institusi Polri.

Penulis: Agustam

Editor: Bruce Elang