Festival UMKM Mimika 2026 Ditutup Meriah: Samuel Yogi Dorong UMKM OAP Naik Kelas dan Berlanjut hingga 2027
Festival UMKM Mimika 2026 Ditutup Meriah: Samuel Yogi Dorong UMKM OAP Naik Kelas dan Berlanjut hingga 2027
MIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id — Festival UMKM Mimika 2026 resmi ditutup dalam suasana penuh semangat, kebersamaan, dan kebanggaan terhadap produk-produk lokal. Penutupan festival tidak hanya menjadi akhir dari sebuah kegiatan, tetapi diharapkan menjadi awal bagi langkah yang lebih besar dalam membangun ekosistem UMKM di Kabupaten Mimika.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, S.H., yang juga menjadi salah satu penggerak pengembangan UMKM daerah, mendapat sambutan hangat ketika hadir di panggung festival. Kehadirannya disambut dengan tarian tradisional Suku Kamoro yang dibawakan dengan gerakan lembut, anggun, dan penuh makna budaya.12/8/26
Alunan musik tradisional yang merdu berpadu dengan gerak tari Kamoro, menciptakan suasana penutupan yang begitu berkesan. Nuansa budaya lokal tersebut menjadi simbol bahwa pengembangan ekonomi masyarakat Mimika dapat berjalan seiring dengan pelestarian identitas dan kekayaan budaya daerah.
Dalam momentum penutupan tersebut, Samuel Yogi menegaskan bahwa Festival UMKM Mimika tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan.
“Jangan stop setelah festival. Kami mau ada lanjutan pada 2027 dan harus lebih naik dari tahun ini,” tegas Samuel.»
Menurutnya, salah satu indikator positif dari pelaksanaan Festival UMKM Mimika 2026 adalah meningkatnya transaksi dan kehadiran pembeli. Produk-produk UMKM, termasuk produk Orang Asli Papua (OAP), mendapat ruang untuk diperkenalkan langsung kepada masyarakat.
“Ada pembeli, ada transaksi produk kami OAP. Ini yang harus terus kita dorong,” ujarnya.
Samuel menilai, keberhasilan festival tidak cukup hanya diukur dari ramainya pengunjung selama kegiatan berlangsung. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana para pelaku UMKM tetap mendapatkan ruang pemasaran setelah festival berakhir.
Karena itu, ia mendorong adanya gagasan Rumah UMKM Adat, sebuah ruang yang diharapkan dapat menjadi pusat promosi sekaligus tempat penjualan produk UMKM secara berkelanjutan.
“Kami mau Rumah UMKM Adat. Jangan hanya jual saat festival. Kalau bisa, produk UMKM bisa dijual setiap hari,” katanya.
Gagasan tersebut dinilai penting agar produk lokal tidak hanya dikenal ketika ada event besar, tetapi mampu memiliki pasar yang berkelanjutan. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat meningkatkan produksi, memperluas pemasaran, memperkuat kualitas kemasan, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Festival UMKM Mimika 2026 akhirnya ditutup bukan sekadar dengan kemeriahan panggung dan tarian budaya, tetapi dengan pesan kuat tentang keberlanjutan ekonomi rakyat.
Di tengah alunan musik tradisional Kamoro yang merdu dan suasana penuh kehangatan, terselip harapan besar: UMKM Mimika harus terus tumbuh, produk OAP harus semakin dikenal, dan festival tahun 2026 harus menjadi pijakan menuju Festival UMKM 2027 yang lebih besar, lebih kuat, dan lebih berdampak.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook