Menjelang 17 Agustus, Panitia HUT RI Fakfak Berpacu dengan Waktu

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 11 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Menjelang 17 Agustus, Panitia HUT RI Fakfak Berpacu dengan Waktu

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Fakfak memasuki fase persiapan yang semakin padat. Sejumlah agenda telah mulai digelar, tetapi pekerjaan teknis di sejumlah titik masih harus dikebut panitia menjelang puncak peringatan 17 Agustus.

Ketua Panitia Pelaksanaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Kabupaten Fakfak, Marhaban Weripih, S.STP., M.Si., mengakui persiapan penyelenggaraan tahun ini belum sepenuhnya berada pada kondisi ideal.

Pengakuan itu disampaikan Marhaban saat ditemui tiga awak media di Panggung Terbuka, depan Rumah Negara Fakfak, Selasa (11/8/2026), seusai menyaksikan pelaksanaan lomba Gerak Jalan Indah tingkat SMA, mahasiswa, dan umum.

Menurut Marhaban, masyarakat memang dapat melihat masih adanya sejumlah pekerjaan yang belum rampung. Salah satunya adalah penataan dan dekorasi stadion yang menjadi salah satu lokasi penting dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.

Selain itu, panitia masih mematangkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk persiapan acara pengukuhan serta sejumlah agenda pendukung lainnya.

“Secara tidak langsung, masyarakat memang melihat bahwa persiapan kita belum maksimal. Misalnya, terkait dekorasi di stadion maupun persiapan acara pengukuhan. Namun, kami sudah menghitung waktu yang tersedia dan akan terus mengejar seluruh pekerjaan yang masih tersisa,” ujar Marhaban.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa panitia tidak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan yang masih terlihat di lapangan. Bagi Marhaban, yang terpenting adalah memastikan seluruh pekerjaan yang tersisa dapat diselesaikan dengan perhitungan waktu dan koordinasi yang tepat.

Di tengah pekerjaan teknis yang masih dikejar, sejumlah kegiatan dalam rangkaian HUT ke-81 RI telah berjalan. Lomba Gerak Jalan Indah menjadi salah satu agenda yang menyedot perhatian masyarakat. Peserta dari tingkat SMA, mahasiswa hingga kelompok umum ikut ambil bagian dan menjadikan ruas-ruas jalan di Fakfak sebagai panggung kreativitas menyambut hari kemerdekaan.

Selain gerak jalan, panitia juga telah menyiapkan dan menjalankan sejumlah agenda lain, antara lain lomba tarik tambang dan karnaval.

Rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan tahunan. Di mata panitia, berbagai perlombaan itu merupakan bagian dari upaya menghadirkan suasana kemerdekaan di tengah masyarakat sekaligus membuka ruang partisipasi bagi berbagai kelompok.

Karena itu, pekerjaan panitia tidak berhenti pada pelaksanaan perlombaan. Penataan lokasi utama, kesiapan seremoni, dekorasi, hingga aspek teknis lainnya menjadi bagian yang harus dipastikan berjalan beriringan.

Marhaban mengatakan, beberapa hari ke depan akan menjadi periode penting bagi panitia untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa. Ia memastikan seluruh unsur yang terlibat akan terus melakukan pembenahan dan mempercepat pekerjaan di lapangan.

“Kami berharap seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan kesan yang positif bagi masyarakat Fakfak,” katanya.

Bagi Fakfak, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan semata agenda seremonial pemerintah. Perayaan itu menjadi ruang perjumpaan Masyarakat dari pelajar, mahasiswa, kelompok masyarakat, aparatur pemerintah hingga peserta umum untuk merayakan kemerdekaan melalui cara yang sederhana tetapi penuh makna.

Di tengah waktu persiapan yang semakin pendek, tantangan panitia kini adalah mengubah pekerjaan yang masih tersisa menjadi kesiapan yang benar-benar terlihat pada hari pelaksanaan.

Marhaban memilih tidak menutupi kekurangan tersebut. Ia justru memastikan panitia akan terus bekerja mengejar waktu.

Dengan demikian, beberapa hari menjelang puncak perayaan kemerdekaan, perhatian kini tertuju pada kemampuan panitia mengonversi waktu yang tersisa menjadi kesiapan. Bagi panitia HUT ke-81 RI di Fakfak, hitungan hari bukan alasan untuk menyerah, melainkan waktu yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar pesta kemerdekaan benar-benar menjadi milik masyarakat.

 

 

Writter & Editor : Den