Universitas Airlangga Dampingi Tata Kelola Kesehatan dan Penanganan Malaria di Maluku Tenggara

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 10 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Universitas Airlangga Dampingi Tata Kelola Kesehatan dan Penanganan Malaria di Maluku Tenggara

Universitas Airlangga Dampingi Tata Kelola Kesehatan dan Penanganan Malaria di Maluku Tenggara

LANGGUR Kabarsulselindinesia.web.id – Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) akan melakukan pendampingan tata kelola Dinas Kesehatan dan penanganan penyakit malaria di Kabupaten Maluku Tenggara hingga Oktober 2026.

Ketua Tim Pendamping, drg. Setia Harsaman, M.Kes, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Universitas Airlangga dengan Biro Perencanaan dan Anggaran Kementerian Kesehatan RI.

"Kami sudah memulai pendampingan sejak Mei lalu dan pada Juni ini kami berada di Maluku Tenggara selama hampir satu pekan. Selanjutnya kami akan kembali pada Agustus untuk workshop kedua dan September untuk kegiatan tahap ketiga. Pendampingan ini akan berlangsung hingga Oktober," ujar Setia Harsaman.

Ia memperkenalkan anggota tim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga yang turut mendampingi kegiatan tersebut, yakni dr. M. Farid, Ratna Ningtyas Wahyu Kusumawardani, SKM., MKM yang merupakan ahli kesehatan lingkungan, serta Malda Aprisona, SKM.

Menurutnya, Universitas Airlangga mendapat mandat dari Kementerian Kesehatan untuk melakukan pendampingan di tujuh lokasi di Indonesia, yakni Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan di Provinsi Maluku Utara, satu wilayah di Provinsi Maluku, Kota Jayapura di Provinsi Papua, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Tulang Bawang Barat di Provinsi Lampung, serta Kabupaten Bengkulu Selatan di Provinsi Bengkulu.

Setia Harsaman menjelaskan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah membantu Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara dalam menyusun dokumen perencanaan kerja yang lebih sistematis, terukur, efisien, dan efektif sesuai dengan kemampuan anggaran, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana yang tersedia.

"Melalui pendampingan ini diharapkan program-program kesehatan dapat dirancang secara lebih baik sehingga implementasinya menjadi lebih efektif dan tepat sasaran," katanya.

Ia mengakui, tantangan pelayanan kesehatan di Maluku Tenggara cukup kompleks, terutama karena kondisi geografis kepulauan yang menyebabkan akses menuju sejumlah wilayah masih terbatas. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta anggaran menjadi persoalan yang harus mendapatkan perhatian serius.

"Kondisi ini membutuhkan solusi yang tepat. Karena itu, dokumen perencanaan kerja yang tertata dengan baik sangat penting agar program kesehatan dapat berjalan secara efisien dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," jelasnya.

Pada akhir program pendampingan nanti, Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara direncanakan akan mempresentasikan hasil penyusunan dokumen perencanaan kerja tersebut di hadapan Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Selama kegiatan berlangsung, peserta juga mendapatkan berbagai materi dari Wakil Bupati Maluku Tenggara, Kepala Dinas Kesehatan, Bappeda, para direktur rumah sakit, serta narasumber dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri yang akan memberikan materi secara daring.

Dalam kesempatan itu, drg. Setia Harsaman juga menyampaikan optimisme agar seluruh rangkaian pendampingan dapat berjalan lancar dan membawa manfaat bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Maluku Tenggara.10/06/2026

"Semoga seluruh proses ini diberikan kemudahan, keberkahan, serta menghasilkan perencanaan yang baik demi meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Maluku Tenggara," pungkasnya.

Editor : Bruce Elang