Tim 7 Ekspedisi Patriot Menyiapkan UMKM Fakfak Tembus Pasar dari Keamanan Pangan hingga Sertifikasi Halal

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 29 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tim 7 Ekspedisi Patriot Menyiapkan UMKM Fakfak Tembus Pasar dari Keamanan Pangan hingga Sertifikasi Halal

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Sebuah produk pangan tidak berhenti menjadi barang jualan ketika keluar dari dapur produksi. Di belakangnya terdapat aspek keamanan pangan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, kebersihan sarana produksi, pengemasan, penyimpanan, hingga kejelasan status kehalalannya.

Hal-hal yang kerap dianggap sebagai urusan teknis tersebut justru menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan memperluas peluang pemasaran produk UMKM.

Persoalan itulah yang disentuh Tim 7 Ekspedisi Patriot melalui Workshop Keamanan Pangan dan Halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta siswa-siswi SMKN 2 Fakfak, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 2 Fakfak tersebut diikuti 40 peserta dan mendapat dukungan dari PT Rimbun Sawit Papua serta Lampu Kita.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai prinsip keamanan pangan pada berbagai tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan sarana produksi, proses pengolahan, pengemasan, penyimpanan, hingga pemasaran produk.

Peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya pemenuhan aspek halal pada produk pangan.

Bagi pelaku UMKM, pemahaman mengenai keamanan pangan dan kehalalan produk bukan sekadar tambahan pengetahuan. Keduanya merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu produk, membangun kepercayaan konsumen, serta mempersiapkan produk agar dapat dikembangkan ke pasar yang lebih luas.

Ketua Tim 7 Ekspedisi Patriot, Dr. Siti Nurhasanah, mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari upaya agar program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, khususnya SMKN 2 Fakfak, PT Rimbun Sawit Papua, Lampu Kita, pemerintah distrik, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat,” ujar Siti.

Ia berharap pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan oleh peserta.

“Kami berharap apa yang kami lakukan tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat,” katanya.

Bagi Tim 7, penguatan kapasitas UMKM juga tidak dapat dipisahkan dari potensi bahan pangan lokal yang dimiliki Fakfak.

Sagu dan jagung, kata Siti, memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan sehingga nilai ekonominya tidak berhenti pada penjualan bahan baku.

“Potensi sagu dan jagung di wilayah ini sangat besar. Kami ingin mendorong agar bahan baku lokal tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Namun, diversifikasi produk membutuhkan lebih dari sekadar kreativitas. Produk yang dikembangkan juga perlu memperhatikan keamanan pangan, mutu, legalitas, serta pemenuhan persyaratan halal sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, edukasi mengenai keamanan pangan dan halal ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian penguatan kapasitas UMKM.

“Keamanan pangan, legalitas, dan kemampuan melakukan diversifikasi produk menjadi hal yang penting,” kata Siti.

Pendekatan tersebut sejalan dengan keberadaan Laboratorium Teaching Industry di SMKN 2 Fakfak yang turut diresmikan dalam rangkaian kegiatan Tim 7.

Laboratorium tersebut disiapkan sebagai ruang pembelajaran berbasis praktik sekaligus tempat pengembangan dan diversifikasi produk. Dengan adanya fasilitas tersebut, pengetahuan yang diperoleh melalui workshop diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran maupun pengembangan produk bersama masyarakat dan pelaku UMKM.

Kepala SMKN 2 Fakfak, Muhammad Nashir, S.Pd., mengapresiasi kehadiran Tim 7 dan berharap manfaat program tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan selesai.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Tim 7 Ekspedisi Patriot di SMKN 2 Fakfak. Harapan kami, program yang diberikan tidak hanya selesai pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat terus berkelanjutan,” ujar Muhammad Nashir.

Menurut dia, pengetahuan dan fasilitas yang diberikan dapat menjadi modal bagi siswa dan masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal.

“Pengetahuan dan fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan oleh siswa dan masyarakat untuk mengembangkan potensi yang ada,” katanya.

Ia juga menilai keberlanjutan program membutuhkan kolaborasi antara sekolah, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kapolsek Bomberay-Tomage, Iptu Dodik Junaidi, S.Sos., M.H.

“Kami mendukung kegiatan yang memberikan manfaat positif bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda dan pelaku usaha,” ujar Dodik.

Ia mengatakan kepolisian siap mendukung aspek keamanan dan ketertiban agar kegiatan yang melibatkan masyarakat dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Workshop tersebut turut dihadiri Kepala SMKN 2 Fakfak Muhammad Nashir, S.Pd.; Sekretaris Distrik Tomage-Bomberay John Soleman Lolopayung; Kapolsek Bomberay-Tomage Iptu Dodik Junaidi, S.Sos., M.H.; Ketua Tim 7 Ekspedisi Patriot Dr. Siti Nurhasanah; serta perwakilan Lampu Kita.

Bagi Tim 7, agenda penguatan UMKM di Fakfak tidak berdiri sebagai kegiatan yang terpisah.

Ada pendampingan legalitas usaha dan produk, edukasi keamanan pangan dan halal, Laboratorium Teaching Industry, serta dorongan untuk mengembangkan sagu dan jagung menjadi produk olahan bernilai tambah.

Rangkaian tersebut membentuk satu mata rantai penguatan UMKM: dari bahan baku, proses produksi, mutu dan keamanan pangan, pemenuhan aspek halal, hingga legalitas dan pengembangan pasar.

Sebab, tantangan UMKM bukan hanya menghasilkan produk. Tantangan berikutnya adalah memastikan produk tersebut aman, bermutu, memenuhi ketentuan yang berlaku, dan mampu membangun kepercayaan konsumen.

Dari titik itulah produk lokal memiliki peluang untuk berkembang dari pasar yang terbatas menuju pasar yang lebih luas.

Tim 7 Ekspedisi Patriot berharap pengetahuan yang dibagikan dalam workshop tidak berhenti sebagai catatan peserta. Ukuran keberlanjutannya justru terlihat setelah kegiatan berakhir: ketika pelaku UMKM mulai memperbaiki proses produksi, menerapkan prinsip keamanan pangan, memenuhi persyaratan halal dan legalitas, serta mengembangkan produk lokal Fakfak dengan mutu dan nilai tambah yang semakin baik.

 

Editor : Den