PM Kepulauan Solomon Matthew Wale Desak Indonesia Tempuh Dialog di Papua, Soroti HAM dan Militerisasi
PM Kepulauan Solomon Matthew Wale Desak Indonesia Tempuh Dialog di Papua, Soroti HAM dan Militerisasi
Honiara Kabarsulselindonesia.web.id – Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Matthew Wale, menyerukan Pemerintah Indonesia untuk menempuh pendekatan dialog yang inklusif guna meredakan ketegangan di Papua. Seruan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia, perlindungan warga sipil, dan upaya menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.05/07/2026
Dalam pernyataannya, Wale meminta Indonesia mempertimbangkan langkah-langkah konstruktif, termasuk demiliterisasi serta pembentukan proses dialog yang dinilainya kredibel dan melibatkan seluruh pihak terkait.
Menurut Wale, penyelesaian persoalan di Papua tidak dapat hanya mengandalkan pendekatan keamanan. Ia menilai situasi kemanusiaan dan aspirasi masyarakat Papua perlu ditangani melalui mekanisme damai yang menghormati prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Perdana Menteri Kepulauan Solomon juga menyinggung apa yang disebutnya sebagai aspirasi masyarakat Papua, termasuk keinginan untuk menentukan nasib sendiri melalui cara-cara yang damai dan sah. Menurutnya, aspirasi tersebut perlu memperoleh ruang dialog yang kredibel agar konflik tidak terus berlarut.
"Perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui dialog, saling menghormati, dan komitmen untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia," ujar Wale dalam pernyataan resminya.
Selain itu, Wale menyampaikan keprihatinan atas laporan meningkatnya kekerasan di Papua. Ia mengutuk pembunuhan terhadap warga sipil serta pembunuhan seorang pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, seraya menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas utama.
"Semua pihak harus menahan diri semaksimal mungkin. Kehidupan warga sipil harus dilindungi dalam situasi apa pun," tegasnya.
Wale juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap meningkatnya kehadiran personel militer Indonesia di Papua. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi memperbesar ketegangan dibandingkan menciptakan penyelesaian konflik.
"Kedamaian tidak dapat dijamin melalui kekerasan. Stabilitas tidak akan tercapai jika penyelesaiannya hanya mengandalkan penggunaan kekuatan," katanya.
Di akhir pernyataannya, Wale menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kepulauan Solomon untuk terus mendukung penyelesaian konflik secara damai, menjaga stabilitas kawasan Pasifik, serta mendorong penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Pernyataan Perdana Menteri Matthew Wale kembali menempatkan isu Papua dalam perhatian diplomatik kawasan Pasifik. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Indonesia terkait pernyataan tersebut.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook