Di Kampung Arguni, Bupati Fakfak Titip Harapan Besar pada Investasi Tangguh UCC: Energi Harus Berbuah Kesejahteraan
Dalam doa syukuran pemasangan jacket anjungan lepas pantai UBA–UBB, Bupati Samaun Dahlan menegaskan investasi hanya akan bermakna jika menghadirkan manfaat bagi masyarakat, menjaga lingkungan, dan menghormati kearifan adat.
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Kabupaten Fakfak memasuki satu lagi babak penting dalam perjalanan pembangunan sektor energi. Di Kampung Arguni, Senin, 13 Juli 2026, doa-doa dipanjatkan bersamaan dengan dimulainya tahapan pemasangan jacket anjungan lepas pantai UBA–UBB Proyek Tangguh UCC.
Di tengah suasana khidmat itu, Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP. menyampaikan pesan yang melampaui seremoni: investasi harus menjadi jalan menuju kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar menghadirkan angka pertumbuhan ekonomi.
Bagi Pemerintah Kabupaten Fakfak, proyek strategis nasional di sektor energi bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur migas. Lebih dari itu, proyek tersebut dipandang sebagai peluang memperluas lapangan pekerjaan, memperkuat ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat apabila dikelola secara bertanggung jawab.
Dalam sambutannya, Samaun Dahlan menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang bagi setiap investasi yang memiliki komitmen terhadap kepentingan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat Fakfak.
"Selaku Bupati Fakfak, saya tidak pernah berhenti memanjatkan doa yang terbaik kepada Allah SWT agar setiap investasi yang hadir di daerah ini benar-benar membawa manfaat dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Fakfak. Harapan kita bersama, seluruh proses pembangunan dapat berjalan dengan aman, lancar, serta memberikan dampak positif bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang," ujar Samaun.
Pernyataan itu menjadi penegasan arah pembangunan yang ingin diwujudkan Pemerintah Kabupaten Fakfak. Pertumbuhan ekonomi, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan pemerataan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah investasi.
Namun, di balik optimisme terhadap investasi, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam. Baginya, kemajuan tidak boleh mengorbankan lingkungan maupun nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.
Dengan gaya tutur yang sederhana namun sarat makna, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan yang mungkin muncul selama proses pembangunan berlangsung.
"Alam ini punya mata dan punya telinga. Karena itu mari kita jaga bersama dengan sebaik-baiknya. Jangan lagi ada tutur kata yang tidak baik. Apabila ada persoalan, mari kita duduk bersama, bermusyawarah, dan membicarakannya dengan baik tanpa saling menyalahkan satu sama lain. Dengan kebersamaan dan saling menghormati, setiap tantangan akan dapat kita selesaikan dengan bijaksana," katanya.
Pesan tersebut mencerminkan pendekatan yang ingin dibangun pemerintah daerah: investasi yang tumbuh melalui dialog, saling menghormati, dan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, masyarakat adat, tokoh agama, serta seluruh pemangku kepentingan.
Doa syukuran itu pun menjadi simbol harapan bersama. Harapan agar setiap tahapan pemasangan jacket anjungan lepas pantai UBA–UBB Proyek Tangguh UCC berlangsung aman, lancar, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Fakfak.
Menutup sambutannya, Samaun Dahlan kembali memanjatkan doa agar keberadaan investasi tersebut menjadi berkah bagi tanah Mbaham-Matta. Ia berharap pembangunan sektor energi mampu mempercepat kemajuan daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya, menjaga kelestarian alam, dan menghadirkan kesejahteraan yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Fakfak dari generasi ke generasi.
Kegiatan doa syukuran itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRK Fakfak Amir Rumbouw, perwakilan LNG Tangguh, SKK Migas, Kementerian ESDM, tokoh agama, tokoh adat, Dewan Adat Mbahammata, lembaga masyarakat adat, pimpinan organisasi perangkat daerah, masyarakat Kampung Arguni beserta kampung-kampung sekitarnya, serta para tamu undangan lainnya.
Momentum di Arguni bukan sekadar penanda dimulainya pekerjaan konstruksi di laut. Ia menjadi penegasan bahwa pembangunan yang diharapkan masyarakat Fakfak adalah pembangunan yang menghargai manusia, menjaga alam, serta menghadirkan manfaat nyata bagi daerah yang menjadi tuan rumah investasi.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook