PTMSI Malra Siapkan Generasi Emas dari Meja Pingpong, Bupati Cup Jadi Langkah Menuju POPMAL 2027
PTMSI Malra Siapkan Generasi Emas dari Meja Pingpong, Bupati Cup Jadi Langkah Menuju POPMAL 2027
Langgur Kabarsulselindonesia.web.id — Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Maluku Tenggara terus menunjukkan komitmennya dalam membangun pembinaan olahraga tenis meja di daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Open Turnamen Tenis Meja Bupati Cup Kabupaten Maluku Tenggara, yang dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Gedung Serbaguna Kabupaten Maluku Tenggara, dengan technical meeting pada 20 Oktober 2026.
Ketua PTMSI Kabupaten Maluku Tenggara, B.Fadly. Rejaan, menyatakan optimistis turnamen tersebut dapat menjadi momentum penting untuk mengembangkan potensi atlet, khususnya generasi muda dari tingkat SD, SMP hingga SMA, sekaligus kategori umum dan ganda executive. 8/10/26
Menurut Fadly, pertandingan ini tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang perebutan juara dan hadiah. Lebih dari itu, kompetisi harus menjadi ruang untuk menemukan bibit atlet, mengukur kemampuan, membangun mental bertanding dan menyiapkan regenerasi tenis meja Maluku Tenggara.
“Kami optimistis turnamen ini menjadi awal yang baik bagi pembinaan tenis meja di Maluku Tenggara. Yang paling penting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita menemukan bibit-bibit potensial yang dapat dibina secara berkelanjutan,” ujar Fadly.
Dari Bupati Cup Menuju POPMAL 2027
Fadly menjelaskan, salah satu tujuan penting penyelenggaraan turnamen tersebut adalah mempersiapkan atlet sejak dini menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk POPMAL 2027.
Karena itu, PTMSI Maluku Tenggara ingin menjadikan setiap pertandingan sebagai bagian dari proses pembinaan. Atlet yang memiliki potensi akan menjadi perhatian untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut melalui latihan, kompetisi dan evaluasi secara berkelanjutan.
“Kalau kita ingin berprestasi di POPMAL 2027, maka persiapannya harus dimulai dari sekarang. Kita harus membangun dari bawah, mulai dari usia pelajar. Mereka inilah yang nantinya menjadi generasi penerus tenis meja Maluku Tenggara,” katanya.
Langkah tersebut sejalan dengan UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, yang menempatkan olahraga prestasi sebagai proses pembinaan dan pengembangan atlet secara terencana, sistematis, terpadu, berjenjang dan berkelanjutan melalui kompetisi. UU tersebut juga menegaskan bahwa pembinaan olahraga prestasi dilakukan oleh induk organisasi cabang olahraga di tingkat kabupaten/kota hingga tingkat nasional.
Bahkan, regulasi tersebut menekankan pentingnya melibatkan olahragawan muda potensial melalui proses pemantauan, pemanduan dan pengembangan bakat sebagai bagian dari regenerasi atlet.
PTMSI Malra Ingin Bangun Tradisi Prestasi
Fadly menegaskan, kepengurusan PTMSI Maluku Tenggara tidak ingin olahraga tenis meja hanya berkembang ketika ada pertandingan.
Sebaliknya, pembinaan harus dibangun menjadi sebuah proses yang berlangsung secara konsisten dan berkesinambungan.
Ia mengakui bahwa membangun prestasi olahraga membutuhkan kerja bersama. Bukan hanya pengurus PTMSI, tetapi juga atlet, pelatih, sekolah, orang tua, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat.
“Ini adalah langkah awal. Kami ingin membangun PTMSI Maluku Tenggara secara bersama-sama. Harapannya, dari turnamen ini lahir atlet-atlet yang nantinya mampu membawa nama Maluku Tenggara, baik di tingkat provinsi maupun pada level yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Bukan Sekadar Bertanding, Tetapi Membentuk Karakter
Selain prestasi, Fadly juga melihat tenis meja sebagai sarana membentuk karakter generasi muda.
Disiplin, kerja keras, sportivitas, keberanian menghadapi lawan, kemampuan menerima kekalahan dan menghargai kemenangan merupakan nilai-nilai yang menurutnya harus tumbuh melalui olahraga.
Hal tersebut juga sejalan dengan Permenpora Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Prestasi, yang antara lain mengatur pembinaan olahragawan muda, manajemen induk organisasi cabang olahraga, tenaga keolahragaan, sarana-prasarana serta penyelenggaraan kejuaraan olahraga prestasi.
Karena itu, Open Turnamen Tenis Meja Bupati Cup diharapkan dapat menjadi lebih dari sekadar agenda pertandingan tahunan.
Turnamen ini diharapkan menjadi panggung awal bagi lahirnya talenta-talenta baru, sekaligus memperkuat semangat masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari pembangunan generasi muda Maluku Tenggara.
Fadly pun mengajak seluruh peserta untuk bertanding dengan penuh semangat, tetapi tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Mari kita jadikan meja pingpong sebagai tempat lahirnya prestasi. Dari sini kita bangun generasi yang sehat, disiplin, berprestasi dan mampu mengharumkan nama Maluku Tenggara,” pungkasnya.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook