DI HARI BHAYANGKARA KE-80, KEPEDULIAN POLRI HADIR UNTUK ANAK ANGGOTA YANG BERJUANG DENGAN KONDISI KESEHATAN KHUSUS

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 26 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

DI HARI BHAYANGKARA KE-80, KEPEDULIAN POLRI HADIR UNTUK ANAK ANGGOTA YANG BERJUANG DENGAN KONDISI KESEHATAN KHUSUS

Ambon,Kabarsulsel-lndonesia.web.id. Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Maluku tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial dan refleksi pengabdian institusi, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan kepedulian dan harapan bagi keluarga besar Polri yang tengah menghadapi ujian kehidupan.

Wujud kepedulian tersebut terlihat saat Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., bersama jajaran Polda Maluku melaksanakan anjangsana dan menyerahkan santunan kepada keluarga Ipda Yongky Wacanno dan Aiptu Israh Zaitun di Kota Ambon, Kamis (25/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril kepada Githa Jennifer Wacanno, putri pertama pasangan anggota Polri tersebut yang kini berusia 9 tahun dan sejak lahir hidup dengan kondisi kesehatan khusus yang membutuhkan perhatian serta pendampingan berkelanjutan dari keluarga.

Didampingi Dansat Brimob Polda Maluku, Kabiddokkes Polda Maluku, dan Ka SPN Polda Maluku, Wakapolda Maluku hadir langsung untuk menyapa keluarga, mendengarkan kondisi yang dihadapi, sekaligus menyerahkan bantuan sosial sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian keluarga besar Polri.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kunjungan tersebut. Bagi keluarga Githa, kehadiran pimpinan Polda Maluku tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan semangat baru untuk terus menjalani perjuangan panjang mendampingi sang buah hati.

Wakapolda Maluku mengatakan bahwa Hari Bhayangkara tidak hanya dimaknai sebagai momentum penguatan pengabdian Polri kepada  masyarakat, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan solidaritas di lingkungan keluarga besar Polri.

Menurutnya, institusi Polri harus hadir bukan hanya dalam pelaksanaan tugas negara, tetapi juga ketika anggota dan keluarganya menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Hari Bhayangkara bukan hanya tentang pengabdian Polri kepada masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana kita merawat nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama. Kehadiran kami hari ini merupakan bentuk dukungan agar keluarga tetap kuat, optimistis, dan tidak merasa sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada,” ujar Wakapolda Maluku.

Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, memperoleh kasih sayang, perhatian, dan kesempatan meraih masa depan yang baik, termasuk anak-anak yang hidup dengan kondisi kesehatan khusus.

Menurutnya, dukungan keluarga, lingkungan, dan institusi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan diri serta semangat anak-anak untuk terus berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

“Keterbatasan kondisi kesehatan tidak boleh menghilangkan harapan. Setiap anak memiliki nilai, potensi, dan masa depan yang harus kita dukung bersama. Karena itu, kepedulian dan perhatian kepada mereka merupakan tanggung jawab moral kita semua,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda juga memberikan apresiasi kepada kedua orang tua Githa yang selama ini dengan penuh kesabaran, ketulusan, dan kasih sayang terus mendampingi putrinya menjalani proses perawatan dan tumbuh kembang.

Menurutnya, keteguhan keluarga merupakan kekuatan utama yang membantu anak-anak dengan kebutuhan kesehatan khusus tetap tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta dan optimisme.

Sementara itu, Aiptu Israh Zaitun mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pimpinan Polda Maluku kepada keluarganya.

Ia mengatakan bahwa perjuangan mendampingi anak dengan kondisi kesehatan khusus sejak lahir bukanlah perjalanan yang mudah. Namun perhatian dan dukungan yang diberikan institusi menjadi sumber kekuatan bagi keluarga untuk terus bertahan dan memberikan yang terbaik bagi putrinya.

“Sebagai orang tua, tentu tidak mudah mendampingi anak yang sejak lahir harus menjalani berbagai proses perawatan dan perhatian khusus. Namun kami selalu berusaha memberikan kasih sayang dan semangat terbaik agar Githa dapat tumbuh dengan baik,” ungkap Israh.

Ia mengaku kehadiran Wakapolda Maluku beserta jajaran memberikan arti yang sangat besar bagi keluarganya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Kehadiran Bapak Wakapolda dan jajaran Polda Maluku bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moral yang membuat kami merasa tidak sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada,” ujarnya.

Kegiatan anjangsana tersebut menjadi bagian dari rangkaian bakti sosial Hari Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan Polda Maluku sebagai implementasi Polri Presisi yang humanis, peduli, dan dekat dengan masyarakat, termasuk kepada keluarga besar Polri sendiri.

Selain mempererat hubungan emosional antara pimpinan dan anggota, kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata budaya saling peduli yang terus dibangun di lingkungan Polri sebagai fondasi penting dalam memperkuat solidaritas dan semangat pengabdian.

Menutup kunjungannya, Wakapolda Maluku berharap semangat kepedulian terhadap anak-anak dengan kondisi kesehatan khusus dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan perhatian, dukungan, dan kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Kita ingin membangun lingkungan yang penuh empati dan kepedulian. Semoga perhatian yang diberikan hari ini dapat menjadi penyemangat bagi Githa dan keluarga untuk terus melangkah dengan optimisme. Karena pada akhirnya, kekuatan sebuah institusi dan bangsa terletak pada kemampuannya untuk saling menguatkan dan tidak meninggalkan siapa pun dalam menghadapi kesulitan,” pungkasnya.

Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda Maluku kembali menegaskan bahwa pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang menghadirkan harapan, kepedulian, dan semangat bagi mereka yang membutuhkan.

(M.N)