Lepas Tim Banteng Maluku Raya VC, Benhur Watubbun: Bukan Pilihan Politik, Tapi Soal Kualifikasi dan Integritas
AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku secara resmi melepas Tim Sepak Bola U-17 Banteng Maluku Raya VC untuk tampil di ajang kompetisi tingkat nasional. Pelepasan berlangsung di Sekretariat DPD PDI Perjuangan, Karang Panjang, Ambon, Kamis (6/8).
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku yang juga Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur Watubbun, memimpin langsung acara pelepasan yang berlangsung penuh semangat, di sela-sela persiapan menyongsong Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Dalam sambutannya, Benhur menegaskan bahwa penunjukan tim ini sama sekali tidak didasari pertimbangan politik semata, melainkan murni atas dasar kualifikasi, integritas, dan profesionalisme.
"Pilihan ini bukan karena partai politik. Sertifikasi, kualifikasi, integritas, dan keprofesionalan itulah yang paling penting. Jadi tidak salah kalau PDIP menjatuhkan pilihan ini — semata-mata tidak ada unsur politiknya, yang kita kedepankan adalah unsur profesionalitas," tegasnya.
Benhur menjelaskan, nama Banteng Maluku Raya VC dipilih melalui perdebatan yang cukup panjang dan alot. Tim ini tidak lagi mewakili empat zona seleksi (Buru, Tenggara Raya, dan lainnya), melainkan secara resmi mewakili Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
"Mewakili dua provinsi itu tidak gampang. Maluku Utara pasti punya persiapan dan pemain yang baik. Tapi karena kita lakukan seleksi ketat, terpilihlah nama Maluku Raya — nama yang tidak mudah. Kalau kita menang, nama besar Maluku dan Maluku Utara yang dibawa pulang," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Manajer Tim Alhidayat Wajo beserta seluruh jajaran pelatih, tim medis, panitia, serta PAC PDIP Baguala yang telah mengawal proses pemusatan latihan hingga titik keberangkatan. Kerja sama yang solid antar unsur inilah yang menjadi keunggulan utama tim ini.
Tim Banteng Maluku Raya VC akan bertanding melawan tim-tim kuat dari Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Kalimantan Barat. Benhur memberi pesan tegas kepada 25 pemain yang berangkat:
"Lawan kita seberat dan sekuat apapun, kita harus tenang. Bagi Maluku, tidak ada lawan yang abadi — sapu rata! Percayalah pada racikan pelatih, patuhi arahan tim medis dan official. Bersikaplah netral, objektif, dan tunjukkan profesionalisme dalam tindakan, bukan sekadar di atas kertas."
Benhur juga menyinggung sejarah keemasan sepak bola Maluku yang dahulu berpusat di Tulehu. Kini, bibit unggul telah menyebar ke seluruh penjuru, menjadikan Maluku secara keseluruhan sebagai "gudang sepak bola" baru. Langkah ini juga merupakan kelanjutan semangat almarhum Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, John Mailoa, yang melalui Tulehu Cup telah meletakkan dasar pembibitan talenta muda — sejalan dengan gagasan Bung Karno membangun kekuatan pemuda dan persatuan lewat olahraga.
"PDI Perjuangan tidak hanya mengurus politik. Kami juga mengurus urusan kerakyatan, termasuk sepak bola. Di sini kita integrasikan talenta muda, profesionalisme, dan pembentukan karakter serta rasa nasionalisme," tambahnya.
Sebagai penutup, Benhur berpesan kepada seluruh pemain agar menjaga martabat partai, pelatih, dan seluruh official. Namun yang terpenting: jaga nama baik Maluku dan Maluku Utara.
"Ini adalah persembahan PDIP untuk anak-anak Maluku dan Maluku Utara di bidang olahraga. Bersatulah — seberat apapun lawan, kalau kita bersatu, saya percaya kita akan menang dan pulang membawa kemenangan."
Tim Banteng Maluku Raya VC akan berangkat menuju Jawa Timur, dengan laga bertanding di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan. Benhur berharap lewat momen ini lahir bibit-bibit unggul masa depan, sehingga sepak bola dapat ditetapkan sebagai agenda tahunan rutin PDI Perjuangan Provinsi Maluku.
"Bertandinglah dengan baik. Selalu mohon ridha Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga kita memenangkan pertandingan ini."
(M.N)

























Komentar via Facebook