Bupati Thaher Serahkan 3 Rumah Baru untuk Korban Bencana di Ohoirenan, Pemkab Malra Tekankan Hak atas Hunian Layak
Bupati Thaher Serahkan 3 Rumah Baru untuk Korban Bencana di Ohoirenan, Pemkab Malra Tekankan Hak atas Hunian Layak
Langgur Kabarsulselindonesia.web.id — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Bupati Maluku Tenggara, Drs. Hi. M. Thaher Hanubun, M.Si, secara simbolik menyerahkan tiga unit rumah baru tipe 36 kepada warga korban bencana di Ohoi Ohoirenan, Kecamatan Kei Besar Selatan, Sabtu (5/9/2026).
Penyerahan rumah tersebut merupakan bagian dari Program Realokasi Rumah Terdampak Bencana Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Maluku Tenggara.
12 Rumah Dibangun di Tiga Ohoi antara lain Ohoirenan kecamatan Kei Besar Selatan Kab Maluku Tenggara
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Malra, Afan Ifat, menjelaskan bahwa pemerintah daerah membangun sebanyak 12 unit rumah baru bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat bencana.
Pembangunan tersebut tersebar di tiga ohoi, yakni satu unit di Ohoi Ohoiel, tiga unit di Ohoi Ohoirenan, dan delapan unit di Ohoi Weduar.
“Yang sudah selesai dan hari ini diserahkan adalah tiga unit di Ohoirenan. Ini merupakan wujud kehadiran pemerintah untuk memastikan masyarakat memiliki hunian yang layak, aman, dan sehat,” ujar Afan.
Selain pembangunan rumah baru bagi korban dengan tingkat kerusakan berat, Pemkab Malra juga menyalurkan bantuan material bangunan kepada 20 kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan sedang. Khusus di Ohoirenan, tercatat sembilan kepala keluarga menerima bantuan tersebut.
Masih Ada 4.862 KK Tinggal di Rumah Tidak Layak
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Thaher mengungkapkan bahwa persoalan perumahan di Maluku Tenggara masih menjadi pekerjaan besar pemerintah daerah.
Berdasarkan data yang disampaikan, masih terdapat 4.862 kepala keluarga (KK) yang menempati rumah tidak layak huni (RTLH). Selain itu, terdapat 7.433 KK yang mengalami backlog perumahan.
Menurut Thaher, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena rumah layak huni merupakan bagian dari kebutuhan dasar masyarakat.
“Rumah layak adalah hak dasar masyarakat. Pemerintah akan terus menghadirkan program sesuai kemampuan daerah dan skala prioritas,” tegas Bupati Thaher.
Ia juga mengingatkan para penerima bantuan agar menjaga dan merawat rumah yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya. Rumah tersebut, kata dia, diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang bagi keluarga untuk membangun kehidupan yang aman, sehat, dan harmonis.
Korban Bencana Bersyukur Mendapat Rumah Baru
Bagi warga penerima bantuan, penyerahan rumah tersebut menjadi momentum yang penuh rasa syukur setelah mereka mengalami musibah pada 2 Juni 2026.
Salah satu penerima, Ibu Rahalus, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak bencana.
“Terima kasih banyak kepada Pemerintah Daerah yang sudah melihat kami masyarakat kecil. Puji Tuhan, hari ini apa yang kami harapkan akhirnya terwujud. Semoga Tuhan memberkati Bapak Bupati dan Wakil Bupati,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Nathan Rahangmetan. Ia mengapresiasi pemerintah daerah serta seluruh pihak yang telah membantu warga pascabencana.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah melihat kami, warga yang terdampak bencana 2 Juni kemarin. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu,” katanya.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam, Pj. Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, Camat Kei Besar Selatan, Kepala Ohoi, serta masyarakat setempat.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana, sekaligus menjawab persoalan hunian layak bagi warga yang membutuhkan.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook