SOROTAN BAU LIMBAH TAHU-TEMPE DIBANTAH, INFORMASI PEMBUANGAN KE KALI DISEBUT TIDAK BENAR

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 07 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

SOROTAN BAU LIMBAH TAHU-TEMPE DIBANTAH, INFORMASI PEMBUANGAN KE KALI DISEBUT TIDAK BENAR

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Rabu (7/10/2026)  Sorotan mengenai dugaan bau limbah dari aktivitas produksi tahu dan tempe serta informasi terkait dugaan pembuangan limbah ke aliran kali di wilayah Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, mendapat bantahan dari pihak pelaku usaha.

Informasi yang sebelumnya beredar di tengah masyarakat tersebut dinilai belum dapat dipastikan kebenarannya. Pihak pelaku usaha meminta agar persoalan lingkungan tidak dibangun hanya berdasarkan informasi yang belum disertai bukti maupun hasil pemeriksaan dari instansi yang berwenang.

Persoalan limbah usaha tahu dan tempe sebelumnya menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kenyamanan masyarakat serta kondisi lingkungan di sekitar lokasi produksi.

Sejumlah informasi menyebutkan adanya bau yang diduga berasal dari aktivitas produksi, bahkan muncul tudingan bahwa limbah dibuang melalui saluran air dan kemudian mengalir menuju kali.

Namun, tudingan tersebut dibantah oleh pihak pelaku usaha.

“Kami sebagai pelaku usaha tahu dan tempe sangat menyadari pentingnya menjaga kenyamanan lingkungan. Karena itu, kami juga tidak ingin aktivitas usaha kami menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar,” ujar salah satu sumber.

Menurutnya, informasi yang menyebutkan adanya pembuangan limbah produksi secara langsung ke kali perlu dilihat secara objektif dan harus dibuktikan melalui pemeriksaan lapangan.

“Kalau disebut limbah dibuang ke kali, harus dibuktikan secara jelas. Jangan hanya berdasarkan informasi yang beredar. Kalau memang ada dugaan pencemaran, silakan dilakukan pemeriksaan oleh instansi yang memiliki kewenangan,” tegasnya.

Ia menilai, aktivitas usaha masyarakat tidak semestinya langsung dikaitkan dengan pencemaran apabila belum ada pemeriksaan secara menyeluruh. Usaha tahu dan tempe, kata dia, merupakan bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat yang turut memberikan manfaat bagi warga.

Selain persoalan limbah produksi, sumber tersebut juga meminta agar perhatian terhadap kebersihan lingkungan tidak hanya diarahkan kepada pelaku usaha tahu dan tempe.

Menurutnya, persoalan lingkungan juga dapat berasal dari limbah rumah tangga yang dibuang sembarangan tanpa memperhatikan kondisi saluran air maupun lingkungan sekitar.

“Yang perlu kita perhatikan juga adalah limbah rumah tangga yang dibuang tanpa memperdulikan lingkungan. Jadi jangan sampai hanya usaha tahu dan tempe yang disoroti, sementara sumber-sumber lain tidak diperhatikan,” katanya.

Meski demikian, persoalan lingkungan tetap membutuhkan penanganan yang objektif. Apabila terdapat keluhan masyarakat terkait bau maupun dugaan pencemaran, pemeriksaan langsung di lapangan dinilai menjadi langkah yang lebih tepat untuk memastikan sumber persoalan.

Pihak pelaku usaha juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Sebab, tudingan pencemaran lingkungan merupakan persoalan serius yang dapat berdampak terhadap reputasi pelaku usaha sekaligus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

(M.N)