KESABARAN HABIS! PEREMPUAN PENGUSAHA PAPUA BAKAR BAN DI DEPAN KANTOR DISPERKIMTAN MIMIKA
KESABARAN HABIS! PEREMPUAN PENGUSAHA PAPUA BAKAR BAN DI DEPAN KANTOR DISPERKIMTAN MIMIKA
TIMIKA, PAPUA TENGAH, Kabarsulselindonesia.web.id Ketegangan pecah di depan Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Mimika, Selasa (12/5/2026). Sejumlah perempuan pengusaha asli Papua meluapkan kemarahan dengan membakar ban tepat di pintu masuk kantor dinas setelah merasa dipermainkan dan diabaikan berulang kali oleh pihak pimpinan dinas.
Asap hitam membubung tinggi. Teriakan protes menggema. Aksi ini menjadi simbol pecahnya kesabaran para mama Papua yang selama ini mengaku datang dengan cara baik-baik, namun terus dipingpong tanpa kepastian.
“Kami ini datang bukan minta belas kasihan. Kami datang menuntut hak kami sebagai pengusaha asli Papua. Tapi setiap kali datang, jawabannya selalu sama: kepala dinas keluar, kepala dinas tidak ada. Sampai kapan kami harus dibohongi?” teriak salah satu peserta aksi dengan nada penuh emosi.
Kekecewaan yang Meledak
Menurut para pengusaha perempuan tersebut, mereka sudah berkali-kali mencoba melakukan audiensi resmi guna mempertanyakan keterlibatan pengusaha lokal Papua dalam proyek-proyek perumahan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus). Namun pintu dialog dinilai selalu tertutup.
Mereka menilai birokrasi di Disperkimtan Mimika lebih berpihak kepada kelompok tertentu, sementara pengusaha asli Papua hanya dijadikan penonton di negeri sendiri.
“Kami lihat proyek jalan terus, uang negara jalan terus, tetapi pengusaha Papua terus disingkirkan. Kalau begini terus, jangan salahkan rakyat kalau marah,” ujar salah satu mama pengusaha lainnya.
Dana Otsus Dipertanyakan
Aksi ini sekaligus mempertegas kecurigaan publik terhadap tata kelola proyek perumahan di Mimika yang sebelumnya juga sempat disoroti sejumlah elemen mahasiswa dan lembaga legislatif. Dugaan monopoli proyek serta minimnya transparansi distribusi pekerjaan kembali mencuat ke permukaan.
Para demonstran mendesak pemerintah daerah membuka secara terang siapa saja penerima proyek, bagaimana mekanisme penunjukannya, dan sejauh mana keberpihakan terhadap pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP).
“Jangan Sembunyi di Balik Jabatan!”
Massa aksi menegaskan mereka tidak akan berhenti hanya dengan janji-janji normatif. Mereka meminta Kepala Dinas turun langsung menemui para mama Papua dan memberikan penjelasan terbuka di hadapan publik.
“Kalau jadi pejabat, jangan sembunyi terus di balik staf. Jabatan itu amanah untuk melayani rakyat, bukan menghindar saat rakyat datang menuntut keadilan,” kecam salah satu orator aksi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Disperkimtan Mimika belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan para demonstran maupun alasan Kepala Dinas tidak menemui massa aksi.
Sementara itu, aparat keamanan terlihat berjaga di sekitar lokasi guna mengantisipasi meluasnya aksi dan mencegah kerusakan fasilitas umum.
By DIANU OMALENG
(*****)

























Komentar via Facebook