Dari Fakfak untuk Indonesia: Temu Akrab ASM Perkuat Persaudaraan Anak Sekolah Minggu Lintas Jemaat

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 23 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dari Fakfak untuk Indonesia: Temu Akrab ASM Perkuat Persaudaraan Anak Sekolah Minggu Lintas Jemaat

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id |  Suara tawa anak-anak berpadu dengan nyanyian pujian memenuhi halaman Jemaat GPI Papua Eden Wagom, Kamis (23/7/2026). Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, ratusan Anak Sekolah Minggu (ASM) dari berbagai jemaat di wilayah Klasis Fakfak berkumpul dalam satu persekutuan yang hangat melalui kegiatan Temu Akrab Anak Sekolah Minggu (ASM) Seklasis Fakfak.

Kegiatan yang digagas Komisi Pelayanan (Kompel) Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) Klasis Fakfak ini bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik rangkaian permainan, pujian, atraksi seni, dan ibadah, tersimpan pesan yang lebih mendalam: membangun generasi gereja yang saling mengenal, bertumbuh dalam kasih, serta siap menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Kerja Kompel PAR Klasis Fakfak Tahun 2025, yang secara bersama-sama menetapkan pentingnya menghadirkan ruang perjumpaan bagi seluruh Anak Sekolah Minggu seklasis.

Ketua Kompel PAR Klasis Fakfak, Yosias A. Putnarubun, S.Th., M.Pd., Gr., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi pelayanan sekaligus mempererat persekutuan antar anak, pengurus, dan para pengasuh dari seluruh jemaat di wilayah Klasis Fakfak.

Mengusung tema Hari Anak Nasional dari Sinode GPI Papua, "Anak Indonesia Bahagia, Bangsa Kuat," kegiatan tersebut dipadukan dengan tema pelayanan "PAR Klasis Fakfak Bersaksi."

Tema itu mengandung pesan bahwa masa depan bangsa tidak semata ditentukan oleh kekuatan ekonomi maupun pertahanan, melainkan berawal dari anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih, percaya diri, berkarakter, dan memiliki harapan.

Karena itu, tanggung jawab membangun anak tidak hanya berada di pundak orang tua. Gereja, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dipanggil berjalan bersama menciptakan ruang yang memungkinkan setiap anak berkembang secara utuh.

Suasana kegiatan semakin semarak karena hampir seluruh rangkaian acara dipandu langsung oleh anak-anak Sekolah Minggu. Mulai dari pembawa acara, pemimpin pujian, hingga berbagai penampilan seni dan atraksi dipersembahkan oleh perwakilan jemaat. Mereka tampil percaya diri mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Tanah Papua dan Nusantara, menghadirkan wajah keberagaman yang menyatu dalam sukacita iman.

Sementara itu, para pengurus, pengasuh, dan anggota Kompel tampil unik dengan mengenakan seragam sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. Pilihan busana tersebut menjadi simbol bahwa setiap pelayan dipanggil untuk memiliki hati yang sederhana, dekat dengan dunia anak, dan siap bertumbuh bersama mereka.

Dalam sambutannya, Ketua Klasis Fakfak, Pdt. H.E. Termas, S.Ag., M.Th., menegaskan bahwa Temu Akrab ASM memiliki makna yang jauh melampaui sebuah perayaan.

Ia berharap momentum tersebut menjadi ruang bagi seluruh anak Sekolah Minggu di wilayah Klasis Fakfak untuk saling mengenal, berbagi sukacita, dan membangun persahabatan yang akan terus bertumbuh dalam pelayanan gereja.

Menurutnya, keberhasilan pelayanan anak tidak mungkin dicapai oleh satu jemaat atau satu kelompok pelayan saja. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pengurus, pengasuh, dan Kompel agar pembinaan iman anak berlangsung secara berkesinambungan.

"Kebersamaan adalah kekuatan pelayanan. Ketika anak-anak bertumbuh dalam kasih, dan para pelayan berjalan dalam semangat kolaborasi, maka gereja sedang menyiapkan generasi yang akan melanjutkan pelayanan di masa depan," pesannya.

Pernyataan itu disambut antusias seluruh peserta yang memenuhi lokasi kegiatan. Sorak sorai, tawa, dan nyanyian pujian menjadi gambaran nyata bahwa gereja sedang menghadirkan ruang yang ramah bagi anak.

Di tengah derasnya arus perubahan zaman dan tantangan perkembangan teknologi, Temu Akrab ASM Seklasis Fakfak menjadi pengingat bahwa pembentukan karakter tidak hanya berlangsung di ruang kelas atau dalam keluarga. Gereja pun memegang peran penting sebagai rumah bersama yang menanamkan nilai kasih, persaudaraan, disiplin, dan pengharapan.

Melalui kegiatan tersebut, Klasis Fakfak tidak sekadar memperingati Hari Anak Nasional. Gereja sedang menegaskan sebuah komitmen bahwa anak-anak bukan hanya pewaris pelayanan di masa depan, melainkan bagian penting dari gereja hari ini generasi yang harus didengar, dibimbing, dan diberi ruang untuk bertumbuh menjadi pribadi yang bahagia, berkarakter, serta siap bersaksi bagi Kristus di tengah kehidupan.
 

Writter & Editor : Den