Tikus Makan Uang": Korupsi Menggerogoti Negeri, Rakyat Terus Menjadi Korban

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 14 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tikus Makan Uang

"Tikus Makan Uang": Korupsi Menggerogoti Negeri, Rakyat Terus Menjadi Korban

TIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id – Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum. Korupsi adalah kejahatan terhadap masa depan bangsa. Setiap rupiah uang negara yang dicuri bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merampas hak masyarakat atas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesejahteraan.15/07/2026

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat kerap menggunakan istilah "tikus makan uang" untuk menggambarkan para koruptor. Istilah ini lahir dari kenyataan bahwa pelaku korupsi bekerja secara diam-diam, menggerogoti uang rakyat sedikit demi sedikit, hingga akhirnya meninggalkan kerusakan yang besar bagi negara.

Koruptor memanfaatkan jabatan dan kewenangan yang diberikan rakyat untuk memperkaya diri sendiri. Akibatnya, pembangunan tersendat, pelayanan publik memburuk, dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin terkikis.

Korupsi Merampas Hak Rakyat

Praktik korupsi dapat terjadi di hampir seluruh sektor pelayanan publik.

Pada sektor bantuan sosial (bansos), penyimpangan anggaran menyebabkan masyarakat miskin kehilangan haknya atas bantuan yang seharusnya diterima secara utuh.

Di sektor infrastruktur, penyalahgunaan anggaran melahirkan proyek-proyek berkualitas rendah. Jalan yang baru dibangun cepat rusak, jembatan tidak bertahan lama, sementara negara harus kembali mengeluarkan anggaran untuk perbaikan.

Sementara di sektor pendidikan, korupsi menghambat peningkatan kualitas sekolah, mengurangi kesempatan siswa memperoleh fasilitas belajar yang layak, serta menghambat peningkatan mutu pendidikan.

Hal serupa terjadi di sektor kesehatan, ketika anggaran pembangunan rumah sakit, pengadaan alat kesehatan, maupun pelayanan medis diselewengkan. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat yang harus menerima pelayanan yang jauh dari harapan.

Korupsi Menghancurkan Masa Depan Bangsa

Korupsi bukan hanya soal hilangnya uang negara. Lebih dari itu, korupsi merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa.

Kepercayaan publik terhadap pemerintah melemah, pembangunan melambat, kesenjangan sosial semakin lebar, dan budaya integritas perlahan terkikis. Yang paling berbahaya, generasi muda dapat tumbuh dengan anggapan bahwa korupsi merupakan sesuatu yang biasa apabila praktik tersebut tidak ditindak secara tegas.

Karena itu, pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada penindakan hukum semata. Pencegahan, pengawasan, transparansi anggaran, serta partisipasi aktif masyarakat harus menjadi fondasi utama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Suara Pemuda untuk Indonesia Bersih

Refleksi yang disampaikan Pemuda MeePago, Abet Mote, menjadi pengingat bahwa perang melawan korupsi adalah tanggung jawab bersama.

Menurutnya, setiap warga negara memiliki kewajiban moral untuk mengawasi penggunaan uang rakyat, berani menyuarakan penyimpangan, serta memilih pemimpin yang jujur, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

"Korupsi tidak hanya mencuri uang negara, tetapi juga mencuri masa depan anak-anak Indonesia. Ketika uang rakyat dijadikan bancakan segelintir orang, yang paling menderita adalah masyarakat kecil. Karena itu, perang melawan korupsi harus menjadi gerakan bersama demi menyelamatkan masa depan bangsa," tegas Abet Mote.

Refleksi Publik Pemuda MeePago

Abet Mote

Editor: Bruce Elang